đŸ¤”Selama Lockdown Ngapain Aja di Rumah? - SENONERS

đŸ¤”Selama Lockdown Ngapain Aja di Rumah?

đŸ¤”Selama Lockdown Ngapain Aja di Rumah?

Entah ini terlalu berlebihan atau biasa aja, di beberapa kampung di dekat tempat tinggal saya banyak sekali akses jalan yang ditutup.

Ada yang ditutup menggunakan palang kayu, ada juga yang dijaga oleh beberapa orang.

Sebagian besar palang kayu itu ditempeli tulisan, hingga saya bisa dengan jelas membacanya meskipun sambil melintas dengan motor berkecepatan 40 km/jam.

Jelas terbaca, "LOCKDOWN." Ada juga yang menuliskan larangan masuk untuk warga luar.

Lebih ekstrim lagi tulisan yang melarang dept kolektor, petugas bank plecit, dan penagih utang lainnya masuk wilayah perkampungan.

Ini menarik, karena setahu saya pemerintah pusat saja enggak memberlakukan lockdown.

Namun, respon di tingkat kampung-kampung justru menerapkan lockdown.

Meskipun secara definisi jelas agak berbeda antara lockdown yang dipahami masyarakat dengan yang dimaksud oleh pemerintah.

Lockdown sebenarnya lebih ekstrim, makanya pemerintah lebih memilih kebijakan "Sosial Distancing" dalam mengurangi penyebaran covid-19.
Warga di beberapa daerah sekarang mulai memperketat aturan karantina wilayah.

Menurup beberapa akses jalan masuk, dan menjaga gerbang akses utama pintu masuk menuju daerah tersebut.

Sebagian menerapkan pembatasan jam penutupan, sebagian lagi mewajibkan setiap orang yang datang untuk melapor.

Sebenarnya bagus tujuannya, tapi pembatasan ini kadang enggak bisa mencegah 100% warga bisa bebas dari Corona.

Pasalnya mereka masih bebas keluar masuk kampung tanpa kontrol pengawasan yang ketat. 

Apalagi kalau tidak ada kesadaran dari masing-masing warga untuk menjaga diri dan mengamankan keluarganya.

Risiko jelas masih ada, setiap orang berpotensi tertular dan menularkan virus Corona kepada orang lain.

Ya mau gimana lagi? Memang enggak semua orang bisa berdiam diri di rumah selama beberapa minggu bahkan bulan dengan meninggalkan rutinitas begitu saja.

Apalagi bagi seorang pengusaha atau wiraswasta yang memang cari makan dari usaha yang hanya bisa dilakukan di luar rumah.

Lalu Selama Lockdown, Mereka Harus Ngapain Aja di Rumah?

Jelas, ini masa-masa yang berat buat mereka, tentu juga buat sebagian besar orang yang terdampak wabah covid-19.

Tim medis banyak yang meninggal dalam menjalankan tugas, orang-orang baik banyak yang terjangkit, hingga orang-orang yang enggak terprediksi pun akhirnya wafat terkena virus yang sama.

Saya rasa saat ini sebagian besar penduduk bumi sedang berduka.

Ribuan orang di seluruh dunia telah meninggal akibat wabah virus corona.

Salah satu cara yang direkomendasikan pemerintah adalah sosial distancing dan physical distancing.

Hal ini bisa efektif kalau masing-masing orang memahami dan bisa menerapkan dengan baik di lingkungan sekitarnya.

Maka, terkait aktivitas sehari-hari juga harus bisa beradaptasi dengan cepat.

Bagaimana agar bisa meminimalkan aktivitas di luar rumah, tapi tetap bisa produktif dan bertahan hidup.

Bertahan hidup di sini bisa mencakup mempertahankan bisnis, pekerjaan, berkarya, dan lain sebagainya.

Selalu Ada Hikmah di Balik Musibah  

Meski banyak dampak buruk yang ditimbulkan oleh pandemi covid-19, bukan berarti enggak ada hikmah positif yang bisa kita dapatkan.

Ternyata banyak hal yang patut kita syukuri di saat jungkir balik menghadapi wabah corona.

1. Solidaritas Masyarakat 

Berbagai lapisan masyarakat bergerak, bersatu mengupayakan yang terbaik untuk melawan Corona.

Mulai dari pembentukan organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, hingga swadaya masyarakat yang bergerak untuk saling membantu.

Gotong royong antar warga tampak aktif kembali mengupayakan kegiatan yang mampu mengurangi dampak corona.

2. Kreatifitas Tumbuh

Kondisi keterbatasan membuat setiap orang berpikir kreatif untuk mencari solusi atas permasalahan yang ada.

Ketika begitu sulit mendapatkan alat pelindung diri (APD), banyak pihak berusaha membuat APD sendiri.

Bahkan orang-orang mulai bisa membuat masker dengan memanfaatkan bahan seadanya.

Pabrik-pabrik tekstil hingga perancang busana sampai bergerak memproduksi APD untuk membantu tenaga medis.

Bahkan banyak dari mereka yang mendonasikan APD hasil produksinya.

3. Jiwa Sosial

Jiwa sosial tiba-tiba saja hadir di seluruh pelosok lapisan masyarakat.

Kaya, miskin, tua, muda, semua turut berempati dan saling membantu meringankan beban saudara sebangsa yang terdampak corona.

Bahkan para artis pun turut menggalang donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak corona.

Ada banyak hal yang bisa kita lakukan selama berdiam diri di rumah. 

Meski banyak orang yang cenderung merasa bosan, sebenarnya hal ini bisa kita ambil hikmahnya. 

Dari hikmah tersebut kita munculkan gagasan untuk menghasilkan sesuatu.

Bisa berupa karya, atau sekadar aksi untuk meringankan beban orang lain yang terkena dampak.

Oleh karena itu, jangan pernah berhenti berusaha. [SNs

Please write your comments

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Silakan tinggalkan komentar dan share artikelnya. Jabat erat.