Usus buntu atau yang dikenal dengan Apendisitis merupakan salah satu penyakit umum yang sering menyerang anak-anak hingga orang dewasa.
Namun, penyakit ini lebih sering terjadi pada orang yang berusia antara 10-30 tahun. Penyakit usus buntu ini maksudnya bukan berarti kalau usus yang anda miliki benar-benar buntu, melainkan ini merupakan sebuah penyakit dimana usus buntu mengalami peradangan.
Pada saat usus meradang, maka tindakan untuk mengangkat usus tersebut harus segera dilakukan karena bisa terjadi komplikasi yang membahayakan jiwa. 
Jika tidak segera dioperasi, usus buntu yang meradang tersebut akan pecah dan bisa meracuni organ-organ lain di perut.
Bukan hanya itu, bakteri penyebab radang juga bisa menyebabkan luka di rongga perut. Lalu abses (luka yang muncul akibat infeksi bakteri) yang berisi nanah akan terbentuk di luar usus buntu yang meradang.
Kemudian luka ini akan menutup dinding usus buntu dari bagian perut lainnya. Saat pecah, usus buntu yang terinfeksi bisa menyebabkan peritonitis (peradangan pada lapisan tipis dinding dalam perut peritoneum).
Sumber gambar: pixabay.com

Lalu apa saja penyebab usus buntu ini? Untuk lebih jelasnya berikut ulasannya.

1. Akumulasi Feses

Menurut berbagai sumber, usus buntu ini bisa disebabkan oleh adanya obstruksi pada apendiks. Dimana obstruksi ini sering disebabkan oleh adanya akumulasi feses. 

2. Infeksi Saluran Pencernaan

Perlu diketahui bahwa infeksi pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh jamur, bakteri, virus, atau cacing Enterobius Vermicularis yang sudah menyebar ke apendiks bisa menyebabkan masalah pada usus buntu yang berupa penyumbatan maupun infeksi.

3. Cedera Atau Trauma

Cedera atau trauma pada perut juga ternyata bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit usus buntu.
Salah satu penyebab penyakit usus buntu lainnya adalah dengan adanya benda asing yang masuk ke saluran pencernaan, terutama pada usus.

4. Bisul dan iritasi di saluran pencernaan juga bisa menyebabkan penyakit usus buntu.

Ada sebuah penelitian pada tahun 2013 yang dimuat dalam Environmental Health Perspectives mengungkapkan bahwa polusi udara serta ozon juga bisa menyebabkan peningkatan risiko apendisitis.
Ternyata makanan juga bisa dianggap bisa berpengaruh terjadinya peradangan usus buntu. Adapun beberapa makanan yang disinyalir yang bisa menyebabkan usus buntu adalah seperti makanan instan, gorengan, makanan yang dibakar langsung, makanan yang terlalu asin, serta makanan yang pedas.
Setelah mengetahui penyebab timbulnya usus buntu lalu bagaimana gejala dari usus buntu ini?

Gejala Penyakit Usus Buntu

Adapun gejala penyakit usus buntu yang biasanya dialami oleh si penderita diantaranya adalah sebagai berikut ini:
- Sakit perut mendadak yang dimulai di sisi kanan perut bagian bawah.
- Sakit perut yang berawal di sekitar pusar, kemudian pindah ke perut kanan bawah.
- Sakit perut kanan bawah yang semakin memburuk saat batuk, bergerak, atau berjalan.
- Terasa mual dan muntah.
- Kehilangan nafsu makan.
- Demam. 
- Konstipasi atau diare.
- Kembung.
Pada umumnya lokasi rasa sakit ini bisa bervariasi, tergantung pada umur serta posisi usus buntu si penderita.
Sedangkan bagi wanita yang sedang hamil, rasa sakit yang diderita mungkin terasa di perut bagian atas karena posisi usus buntu lebih tinggi selama masa kehamilan.
Mungkin itu saja artikel kali ini tentang seputar penyebab usus buntu dan gejalanya. Semoga dengan informasi bisa menambah pengetahuan anda tentang penyakit usus buntu.