Kalau ada yang nanya, “Bang, blog wordpress sama blogspot, bagusan mana?” rasanya saya pengin ceramahin dia 6 SKS. Pengin jelasin kelebihan dan kekurangan keduanya, pengin nunjukin gimana rasanya saat memakai keduanya, dan lain sebagainya.

Meskipun saya bisa aja jawab dengan singkat, “Bagusan wordpress!” tapi menurut saya itu kurang bijak.

Mengapa demikian? Karena sampai saat ini saya masih pakai keduanya. Blog saya yang di blogspot masih aktif hingga sekarang, pun dengan beberapa web blog yang saya bangun dengan wordpress.

Keduanya sama-sama menjadi tambang duit buat saya. Menjadi salah satu kran rezeki buat makan anak istri saya. Bagaimana mungkin saya menganak-tirikan salah satu dari mereka?

Namun, yang namanya bloger pemula pastinya enggak akan puas dengan jawaban saya, kan? Mereka pasti ngejar sampai menemukan secercah jawaban yang bisa membuat mereka mantab memilih, “Pokoknya wordpress aja deh!” Kalau saja mereka teryakinkan dengan penjelasan saya tentang wordpress, lho, ya?

Di sini saya mau blak-blakan aja soal wordpress. Biar nanti pembaca juga merasakan seperti apa kedekatan saya dengan wordpress.

Untuk sementara saya enggak akan bahas blogspot, ini bukan berarti menomor-duakan blogspot, ya?

Bagaimana pun juga keduanya menurut saya merupakan platform blog terbaik hingga saat ini. Makanya saya masih menggunakan keduanya.
Sumber: pihak ketiga

Wordpress Adalah Kendaraan Pertama Saya Ketika Terjun di Dunia Penulisan

Waktu itu saya pengin banget untuk bisa jadi penulis. Punya keterampilan menulis, komitmen menulis, dan punya karya-karya tulisan yang terbit.

Maka, saya nekat sewa hosting dan domain tahunan. Meskipun waktu itu saya sama sekali enggak paham mengenai domain dan hosting.

Pikir saya, dengan tuntutan harus bayar sewa hosting dan domain tahunan, bakal memaksa saya untuk terus menulis konten di blog tersebut.
Baca juga: Enggak Perlu Pusing Cari Nama Domain Untuk Bisnis

Mau enggak mau, saya belajar dari internet. Mencari informasi tentang bagaimana cara membeli hosting, menginstal CMS, menginstall plugin, hingga cara mengelola blog berbayar.

Alhamdulillah kenekatan saya itu enggak sia-sia. Pada akhirnya memang mendekatkan saya pada bidang kepenulisan. Membuat saya perlahan-lahan menerbitkan karya tulisan, meskipun masih dalam bentuk antologi. Ya, ini efek dari terpaksa nulis dan ngisi konten di blog berbayar tadi.

Bagi saya, ini sudah cukup untuk mengetahui bahwa saya sudah berada di jalur impian yang saya dambakan.

Kenapa Enggak Pakai Wordpress Gratisan Aja?

Bukannya saya sok tajir, atau sok gimana gitu ya? tapi memang tujuan saya pakai yang berbayar, sekadar untuk memotivasi.

Biar ada tuntutan tanggung jawab mengelola, karena kan bakal ada kerugian materi kalau membiarkan blog itu terbengkalai.

Sebelumnya saya sudah pernah bikin blog gratisan. Bahkan, bukan hanya wordpress gratisan, melainkan beberapa blog saya buat di blogspot.

Namun, pada kenyataannya ada rasa malas untuk mengembangkannya. Bahkan waktu itu ada rasa malu untuk menunjukkan blog gratisan kepada teman.

Bukan soal gratisannya, tapi lebih kepada rasa kurang percaya diri karena menilai kontennya masih jelek.

Sudah kontennya jelek, pakai blog gratisan. Ini yang membuat saya enggak yakin bakal ada orang yang mau membaca artikel saya di sana.

Maka, blog-blog gratisan saya itu ya hanya tinggal kenangan. Terutama soal nama blognya yang rada alay gitu.
Sumber: pihak ketiga

Kan Banyak Penulis Keren yang Pakai Blog Wordpress Versi Gratis

Dulu, kalau enggak salah mas Eka Kurniawan juga pakai blog wordpress versi gratis sebelum mengubah domain menjadi wordpress.com. Begitu juga dengan penulis Maggie Tio Jakin, yang juga pakai blog wordpress gratisan.

Bahkan sekarang yang saya tahu, Pak Gol A. Gong juga masih pakai blog wordpress gratisan untuk mem-publish tulisan-tulisannya. Saya tahu hal ini, karena saya subscribe blog mereka di aplikasi wordpress android.

Apakah ini berarti pakai blog gratisan dengan wordpress hosting berbayar pada prinsipnya sama aja?

Oh, tentu saja beda dong. Banyak sekali fitur-fitur di dalam wordpress hosting yang enggak ada di versi gratisan. Bagaimana pun juga, versi berbayar di mana-mana tetap memiliki kelebihan dibandingkan dengan versi gratis.

Saran saya, jika punya dana mending sekalian aja ambil wordpress hosting berbayar. Toh sekarang banyak penyedia hosting Indonesia yang enggak kalah bagus layanannya dibandingkan luar negeri.

Ini kalau dilihat dari sisi face to face dalam hal fasilitas yang disediakan oleh wordpress loh ya? Kalau dari sisi user experience jelas sepenuhnya tergantung dari pengguna. Bisa aja kan, seseorang memutuskan untuk menggunakan blog gratisan karena merasa nyaman dengannya. Merasa bahagia karena bisa berbagi inspirasi dengan pembaca.

Karena memang bagi orang-orang tertentu biasanya lebih memprioritaskan efek manfaat bagi orang lain, ketimbang menghamburkan uang tapi efek manfaatnya lebih kecil.

Layanan Hosting Indonesia Mana yang Rekomended, Bang?

Wah, ini pertanyaan mudah, tapi susah dijawab. Terus terang saya sudah mencoba beberapa penyedia layanan hosting Indonesia. Menurut saya masing-masing memiliki keunggulan layanan yang menarik.

Saya pernah nyoba layanan Qwords, Niagahoster, IDCloudhost, Rumahweb, Hostinger, dan lain sebagainya. Menurut saya layanan mereka enggak mengecewakan.
Baca juga: Begini Cara Saya Memaksimalkan Layanan Hosting Indonesia Untuk Cari Duit

Hanya saja saya kan enggak bisa pakai jasa layanan dari mereka semua. Maka, hanya beberapa saja yang saya pakai. Bahkan sampai sekarang saya masih berlangganan layanan dari penyedia hosting Indonesia.

Kenapa saya enggak pakai layanan hosting dari luar negeri? Ya, karena enggak mau ribet dengan proses pembayaran saja sih. He-he-he. Toh, kualitas layanan yang diberikan juga enggak jauh beda. Malah kadang kita bisa dapat harga lebih murah di hosting Indonesia.

Udahlah, Pakai Wordpress Hosting Aja!

Saya mau blak-blakan ya, sebelum saya tutup artikel ini. Dari pengalaman saya selama ini bikin web blog, mengelola web blog, dan mengutak-atik web blog, ada beberapa masalah yang serius. Yaitu terkait performance web blog.

Memang ketika kita sewa hosting dan domain sendiri pakai cloud hosting atau shared hosting, biayanya lebih murah. Namun, jika kita awam soal pengelolaan, menjadi sangat berisiko. Apalagi bisanya butuh biaya tambahan jika meminta orang lain untuk membantu pengelolaan.

Kita harus paham cPanel, dashboard clientzone, dan lain sebagainya. Ketika kita memilih untuk mengelola sendirian, maka tenaga kita akan banyak terforsir di sana. Sehingga urusan konten, agak terbengkalai.

Berbeda halnya ketika kita pakai wordpress hosting. Setidaknya tugas pengeloaan kita menjadi sedikit lebih ringan. Kenapa?

Karena performance-nya terjaga, kita dibantu pengelolaannya oleh pihak wordpress. Dari sisi keamanan, back up secara periodik, sisi kecepatan, dan lain sebagainya menjadi faktor alasan kuat saya untuk merekomendasikan wordpress hosting.

Oh, tentu saja masih ada rasa khawatir karena belum pengalaman mengelola web blog ya? Enggak masalah, ini wajar.

Sebenarnya para penyedia jasa layanan hosting ini enggak mungkin lepas tangan begitau saja terhadap customer-nya. Mereka rela memberikan support 24 jam penuh selama kita masih menggunakan jasa layanan dari mereka. itulah kenapa mereka punya line khusus teknikal support yang sewaktu-waktu bisa kita hubungi.

Mumpung belum terlambat, udahlah, pakai wordpress hosting aja!