Pada dasarnya, setiap kita memiliki jiwa seni. Bahkan kalau kita sadar, jiwa seni itu sudah tumbuh sejak kita masih anak-anak. Namun, kenapa ketika kita tumbuh menjadi dewasa, jiwa seni dalam diri kita enggak begitu kelihatan?

Iyesss, permasalahannya adalah seberapa keras upaya kita untuk mengolahnya. Sebagian besar dari kita lebih serius mengasah kemampuan lain yang lebih spesifik berhubungan dengan profesi kita. Padahal kalau kita amati, jiwa seni yang tumbuh baik dalam diri seseorang bisa membuat mereka lebih kreatif.

Pertanyaannya, sejauh mana kita akan mengasah jiwa seni dan kreatifitas itu?

Every child is an artist, the problem is staying an artist when you grow up. ~ Pablo Picasso ~

Saya kenal seorang pemuda di Gunung Kidul, Yogyakarta. Dia sedang mengasah kreativitas anak muda di desanya. Melalui sebuah grup musik yang dia bentuk dengan memanfaatkan SDM seadanya.

Grup musik yang dia dirikan menjadi unik, karena mereka mengusung musik etno yang lazimnya jarang digeluti oleh pemuda milenial. Justru grup musik mereka perpaduan antara instrumen musik modern dengan gamelan. Padahal sebagian besar dari mereka bukanlah pemain alat musik gamelan.

"Kami beri nama FALS, mengandung makna yang dalam. Kami berangkat dari nol, mencoba membawakan musik dengan kreativitas kami," kata Dian Indra, inisiator dan penggerak grup musik tersebut.

Saya pikir ini bakal menjadi misi yang berat, mengumpulkan pemuda, mengajari mereka bermain musik, dan mengajak mereka berkarya. Namun, setelah beberapa kali melihat latihan yang dilakukan oleh mereka, saya optimis grup ini bakal jadi.

"Saya sudah siapkan lagu sendiri, tapi untuk awal-awal ini saya ajak teman-teman main lagu-lagu populer yang saya aransemen ulang. Setidaknya untuk membangun kekompakan grup dan menemukan formasi yang pas," Dian Indra menambahkan.

Bulan Juni besok, grup mereka akan tampil di panggung untuk yang pertama kalinya. Mereka sudah menyiapkan empat lagu populer dengan aransemen etno. Seperti lagu Sameone Like You, Ilir-ilir, Dien Assalam, dan lain sebaginya.

Pastinya aransemen musiknya bakal berbeda dari aslinya. Apalagi ditambah dengan perpaduan nada instrumen musik modern dengan gamelan. Mereka akan tampil all out sebagai bentuk unjuk kreativitasnya.

Apa yang ditunjukkan Dian Indra bersama teman-temannya yang tergabung dalam grup musik FALS ini adalah wujud upaya mengasah kreatifitas. Seharusnya kegiatan positif seperti ini kita dukung dan fasilitasi. Agar masa depan pemuda seperti mereka lebih terarah.