ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00-IDBLANTER.COM
ZDIRY-TUFWT-EBONM-EYJ00
BLANTERWISDOM105

Bosan Menunggu di Bank BRI

13 May 2019
Saya menjadi nasabah BRI sudah puluhan tahun. Tepatnya sejak saya masih kuliah, hingga sekarang jadi seorang karyawan dengan masa kerja 9 tahunan. Itu artinya, seharusnya ikatan perduitan saya sudah begitu kuat dengan bank BRI. Udah banyak dong keuntungan yang BRI dapatkan dari nasabah setua itu.

Tiba-tiba saja musibah itu terjadi. Jumat malam sabtu, ketika saya tarik tunai via ATM, baru tahu kalau masa aktif kartu ATM sudah berakhir bulan April 2019 kemaren. Waduh, padahal duit di ATM itu mau segera dipakai hari sabtu pagi.

Semalaman mikir gimana caranya biar sabtu pagi duit itu bisa diambil. Sedangkan setahu saya, bank BRI kan tutup setiap hari sabtu. Sepertinya memang bakal harus nunggu hari senin untuk ngurus ATM.

Akhirnya untuk urusan duit yang harus ada hari sabtu pagi, saya pinjam duit teman.
Saya coba cari informasi mengenai kantor bank BRI yang buka di hari sabtu. Buka google, dan harapan itu ada ketika saya temukan beberapa artikel yang memberi info mengenai kantor bank BRI yang buka hari sabtu.

Saya catat nomor teleponnya, terutama kantor bank BRI yang lokasi dekat dengan tempat kerja saya. Karena sabtu kan saya harus masuk kerja, kalau terpaksanya nanti izin ke bank, ya enggak boleh terlalu lama.

Untuk memastikan info dari google itu, saya kemudian menelepon kantor-kantor itu. Apa hasilnya? Telepon itu diangkat oleh seseorang, dan dia katakan bahwa hari sabtu enggak ada layanan.

Ya udah, mau enggak mau memang harus ngurus ATM hari senin. Kebetulan hari senin jadwal saya jaga sore, paginya ada agenda nyari sekolahan SD buat anak saya. Jadi, bisa sekalian jalan.

Hari senin pukul 9.30 saya antri di bank BRI di daerah Blawong, di jalan Imogiri Timur. Saya antri di bagian customer servis, mendapatkan nomor antrian 20. Sedangkan saat itu nomor antrian yang sedang dilayani adalah nomor 16.

Sambil menunggu antrian, saya nyalakan handphone dan mengetik beberapa paragraf artikel untuk blog. Kurang lebih 30 menit kemudian, nomor antrian saya dipanggil. Ini giliran saya menemui petugas customer service.

"Ada yang bisa kami bantu, Pak," sapa petugas perempuan berjilbab biru.

"Saya mau memperpanjang kartu ATM, sudah expired nih, Mbak."

"Oh, maaf saat ini sistemnya sedang offline, sebaiknya bapak kembali lagi nanti siang."

Duh, siang? Jelas enggak bisa, kan nanti siang saya kerja, pikir saya.

"Apa enggak bisa diproses dulu, terus nanti saya ke sini lagi gitu, Mbak?"

"Tidak bisa, Pak. Itu tadi mbaknya juga mau ngurus ATM enggak bisa, karena sistemnya offline. Ini berkasnya belum bisa diproses." Pcustomer service itu menunjukkan segepok berkas, dengan satu kartu ATM yang terjepit di pojok kiri atas.

Ok, saya akhirnya meninggalkan meja customer service tanpa mendapatkan layanan apa-apa. Bahkan saya hitung enggak sampai dua menit saya di situ.

Mengantri 30 menit, hanya untuk menyapa petugas customer service kurang dari dua menit. Namun, saya bersyukur, satu artikel selesai saya tulis selama menunggu layanan itu.

Begitu sampai parkiran, saya terpikir, kenapa tadi enggak diambil saja uangnya, terus ditransfer ke rekening saya yang lain. Tapi terlambat, ketika saya intip nomor antrian di customer service sudah berganti ke nomor 21.

Ya sudahlah. Saya pulang, mampir ke sekolahan anak saya, sekalian menjemputnya. Tapi, saya putuskan untuk kembali ke bank BRI yang tadi. Saya berencana mau ambil semua uang yang ada di tabungan.

Saya masuk bank, ambil nomor antrian. Kali ini bukan ke customer service, melainkan ke bagian teller. Saya mendapat nomor antrian 71, sedangkan saat itu nomor yang sudah dilayani adalah 54.

Duh, bakalan menunggu lebih lama lagi nih.
Benar dugaan saya, saya harus antri 1,5 jam untuk bisa menemui teller. Kali ini saya enggak bisa ngetik artikel di handphone, karena dipakai mainan anak saya.

Saya lihat memang petugas tellernya hanya satu orang. Padahal meja pelayanan yang tersedia ada dua. Biasanya sih ada dua teller yang melayani, tapi barangkali hari ini salah satu dari mereka sedang cuti.

Apa boleh buat, saya terpaksa menunggu dengan suasana sangat membosankan. Meskipun akhirnya saya bisa ambil uang di tabungan dan mungkin akan menutup rekening itu suatu saat nanti.
Share This :
Seno Ns

Menulis itu refreshing

0 blogger-disqus

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Silakan tinggalkan komentar dan share artikelnya. Jabat erat.