Sering sekali kita merasa bingung ketika mencari nama domain untuk website yang pas dengan bisnis yang hendak kita bangun. 

Kadang sudah ada incaran nama yang bagus, eh tahu-tahu begitu dicek ternyata sudah ada yang pakai. Mau enggak mau kita harus cari nama domain lain sebagai alternatifnya. Kasus kayak gini nih yang sering bikin pusing dan bisnis jadi terhambat.

Mencari nama domain untuk bisnis tuh lebih rumit dari sekadar merencanakan kencan malam minggu dengan pacar baru.

Sebenarnya kalau kita paham tips mencari nama domain untuk bisnis, masalah seperti itu bisa dengan mudah diselesaikan. Tanpa harus pusing atau menunda untuk membuat bisnis kita online dan segera menemukan calon customer. 

Maka, pada artikel ini saya ingin berbagi tips cara mencari nama domain khusus untuk bisnis. Sebisa mungkin tips ini saya jabarkan dengan sederhana agar kita bisa lebih mudah mengaplikasikannya.

Enggak bisa dipungkiri di zaman sekarang, meng-online-kan bisnis kita merupakan hal yang menguntungkan. Apalagi kita tahu bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengakses internet terbesar di dunia. 

Hal ini jelas menjadi peluang pasar yang potensial untuk produk bisnis kita.
Apalagi ketika bisnis kita online, 24 jam non stop produk kita berpeluang besar diakses oleh para pengguna internet. 

Ibarat kita punya toko tuh, toko yang enggak pernah tutup. Kita sebagai pemilik toko tinggal menunggu calon pembeli menghubungi kita lalu terjadi transaksi. Sangat menggiurkan sekali bukan?

Enggak ada ruginya jika kita meng-online-kan bisnis kita. 

Mulailah memikirkan nama domain yang menarik untuk branding produk bisnis kita. Agar potensi pasar yang luas di internet bisa kita jangkau dan mendapatkan omset yang lebih besar lagi.

Nah, kira-kira bagaimana sih cara mendapatkan nama domain untuk bisnis tanpa harus pusing?

Sumber gambar: pexels.com

Pertama, Buat Daftar Kata atau Frase untuk Alternatif Pilihan Nama Domain

Temukan ciri khas produk kita, yang menjadi pembeda dari produk lain, yang menjadi kelebihan atau keunggulannya. 

Dari sini kita bisa coba membuat daftar kata atau frase yang bisa mewakili ciri khas produk kita. Kalau bisa, temukan tiga sampai lima kata yang akan menjadi alternatif nama domain untuk bisnis kita.

Tentu saja masukkan juga nama brand yang sudah sejak awal akan kita pakai sebagai nama domain. 

Daftar nama domain yang kita buat di atas sebagai pilihan alternatif ketika nama domain utama yang kita pilih ternyata enggak tersedia.

Kedua, Tentukan Pilihan Ekstensi Domain yang Akan Dipakai

Tips yang kedua adalah menentukan ekstensi domain yang akan kita pakai. Paling rekomended sih, pilih ekstensi yang sudah familiar. Seperti ekstensi .com, .id, .net, dan lain sebagainya.

Namun, kita juga harus memperhatikan jenis produk atau bisnisnya. Jika komersil, paling pas sih pakai ekstensi .com, atau kalau jenis bisnisnya di bidang edukasi, bisa pilih ekstensi .edu.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan ektensi ini adalah ketersediaannya di penyedia layanan. Sama seperti nama domain tadi, ketersediaan ektensi ini menjadi satu paket. 

Jadi kita perlu siapkan ekstensi alternatif yang bakal menggantikan ektensi utama ketika tidak tersedia di penyedia layanan.

Misalnya ketika kita pilih ekstensi .com sebagai pilihan utama, setelah dicek ternyata enggak tersedia, kita bisa menggantinya dengan ekstensi lain. 

Atau nama domainnya yang kita ganti dan tetap menggunakan ekstensi .com. Kalau memang keduanya sudah kita coba dan tetap enggak tersedia, ya berarti harus cari alternatif nama domain lain dan ekstensi lain.

Ketiga, Survey Harga Domain di Beberapa Penyedia Layanan

Langkah ketiga ini penting buat kita agar lebih hemat dan efisien menggunakan dana. 

Jangan asal beli domain di penyedia layanan yang belum kita ketahui kualitas layanannya. Karena ketika kita memutuskan untuk membeli domain, maka kita otomatis terikat kerja sama selama domain kita aktif. 

Memang bisa sih suatu saat transfer domain ke penyedia layanan lain, tapi kan kalau dari awal sudah nyaman kenapa harus pindah? Hehe.

Silakan bandingkan harga yang ditawarkan oleh para penyedia jasa layanan hosting mengenai sewa domain di tempat mereka. 

Lihat juga adakah promo dan layanan khusus yang ada dalam program mereka. Kalau ada kan lumayan, bisa mendapat harga domain yang lebih murah.

Coba cek promo dari qwords.com deh, di sana sering ngasih promo gila-gilaan dan kualitas layanannya memuaskan. 

Banyak kok, teman-teman bloger dan pebisnis online yang pakai jasa layanan dari qwords.com.

Keempat, Tentukan Penyedia Jasa Layanan Tempat Beli Domain

Nah, setelah survey harga, tentukan penyedia jasa layanan hosting yang akan menjadi tempat kita membeli domain. 

Ingat, jangan cuma lihat dari sisi harganya yang murah, tapi lihat juga kualitas layanan dan teknikal support yang ditawarkan.

Kalau cuma murah saja, bisa jadi kita akan kecewa ketika di kemudian hari mendapati trobelshooting dan butuh bantuan teknis. 

Paling aman ya cari penyedia layanan hosting yang tekhnical supportnya ready 24 jam. Seperti yang ditawarkan Qwords.com. Mantul banget, tuh.

Kelima, Melakukan Order untuk Mendaftarkan Nama Domain

Selanjutnya lakukan order atau registrasi domain. Jangan tunggu lama-lama ya, karena kalau kelamaan bisa-bisa domain incaran kita keburu dipakai orang.

Hal seperti ini sering banget saya temui. Ketika bantu teman order domain, eh ternyata udah ada yang pakai. 

Akhirnya terpaksa harus cari nama domain lain. Padahal beberapa hari sebelumnya sudah saya cek, nama domain itu masih tersedia. 

Namanya juga belum rezeki, Bang.

Untuk beli domain, sebenarnya sangat mudah. Kita tinggal akses situs penyedia layanan hosting, lalu cek ketersediaan domain di sana. 

Kalau dari hasil pengecekan ternyata masih tersedia, kita biasanya akan melihat menu untuk order domain tersebut. Nah, klik aja dan ikuti petunjuknya.

Proses pembelian domain berbeda dengan pembelian produk di ecommerce, Gaes. 

Meskipun proses ordernya hampir sama, tapi pada proses beli domain lebih simpel. Kita pun enggak perlu nunggu beberapa hari untuk mendapatkan domain tersebut. 

Setelah kita lakukan konfirmasi pembayaran, beberapa jam kemudian domain itu akan aktif.

Beda banget kan kalau kita belanja di ecommerce? di mana kita harus membayar ongkos kirim dan menunggu kiriman barang oleh jasa ekapedisi. Hehe.

Oh iya, buat yang merasa awam dengan dengan proses pembelian domain ini bisa kok hubungi saya. 

Saya biasa bantu teman yang butuh website, blog, landing page, atau sekadar custom domain aja. Soal fee, bisa dibicarakanlah.

Ok, Gaes. Itulah cara mendapatkan nama domain untuk bisnis yang sudah sangat sering saya praktekkan. 

Semoga bisa membantu dan jangan ragu untuk bertanya di kolom komentar jika ada yang perlu didiskusikan. Atau bisa kontak saya jika butuh bantuan.