Persoalan Identitas Karyawan dan Kebanggaan Orang Tua

Share:

Persoalan Identitas Karyawan dan Kebanggaan Orang Tua - Saya masih ingat bagaimana di tanah kelahiran saya, sebuah identitas karyawan menjadi satu hal yang dibanggakan. Semakin tinggi jabatan karyawan yang disandang, atau semakin tinggi gaji yang didapatkan, pembanggaan itu pun semakin gelegar. Meskipun kadang yang bersangkutan tidak berkenan pamer, tapi lingkungan terlanjur memandang embel-embelnya sebagai karyawan spesial.

Pegawai negeri, pegawai bank, profesi dokter, dan jenis lainnya dipandang memiliki kasta sendiri dalam sebuah komunitas masyarakat. Entah di daerah lain, yang saya temukan di tanah kelahiran saya sih begitu. Kesannya orang tua akan bangga sekali ketika anaknya berhasil menjadi dokter, pegawai bank, atau pegawai negeri.

Rasa bangga ini terasa banget ketika sedang berinteraksi dengan orang-orang. Biasanya orang tua kita akan banyak membicarakan tentang kita, atau mengenalkan kepada orang-orang yang sedang mereka temui. "Ini loh anak saya yang di Jogja. Kerjanya di rumah sakit."

Di lain kesempatan, ketika kita berinteraksi dengan orang-orang tersebut, biasanya akan dicecar pertanyaan tentang pekerjaan kita. "Di Jogja kerja di rumah sakit negeri atau swasta?" Atau, "Kerja di rumah sakit jadi dokter, ya?"

Bagi orang-orang yang cuek seperti saya, hal seperti itu enggak jadi soal. Jawab aja apa adanya. Tentu dengan tetap bersikap ramah dan menjaga agar orang tua kita tidak kecewa. Kita tetap bisa menjadi kebanggan orang tua tanpa harus berbohong dan berpura-pura superior di hadapan orang-orang.

Bisa jadi hal seperti itu sudah menjadi budaya di lingkungan masyarakat. Seperti halnya di daerah kelahiran saya. Bagi sebagian besar orang tua, menjadi kebanggan tersendiri apabila berhasil mementaskan anaknya. Lulus kuliah lalu mendapat pekerjaan yang bergengsi.

Meskipun secara tak langsung tidak berpengaruh terhadap peningkatan citra keluarga, tapi kenyataannya tetap diperhitungkan dalam cara pandang seseorang terhadap keluarga. Semacam ada poin tambah jika dibandingkan dengan keluarga yang biasa saja. Apalagi jika dibandingkan dengan keluarga yang salah satu anggota keluarganya terlibat kriminal atau mencoreng nama baik.

Kita tentu sering dengar cara orang mengkonfirmasi identitas seseorang yang ditanyakan. Misal, "Bapak ingat dengan Seno anaknya Pak Imam yang kuliah di Jogja?" Atau, "Oh iya, itu kan anaknya Pak Imam yang kerja di rumah sakit."

Nah, jangan remehkan perkara idrntitas karyawan. Bisa jadi hal itu menjadi kebanggan keluargamu. Tentu kita tak ingin membuat mereka kecewa atau malu.

Suatu saat kita akan merasakan esensi dari hal itu ketika anak kita dengan bangga mengisi formulir pendaftaran sekolah dengan menuliskan nama kita dan menyebutkan pekerjaan kita. Jangan membuat mereka bimbang karena ragu ingin menulis kata "PENGANGGURAN" di kolom informasi pekerjaan orang tua.


#tetapkaryawan

Sumber gambar: finansialku.com

No comments

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Silakan tinggalkan komentar dan share artikelnya. Jabat erat.