Rumah Tangga Bukan Hanya Soal Cinta

Sumber gambar: nova.grid.id


Rumah Tangga Bukan Hanya Soal Cinta - Kalau baca judul diatas, rasanya lebay banget gak sih? Hari gini mana ada yang mau nikah tanpa didasari rasa cinta? Haha.. Tapi coba renungkan beberapa kali lagi, apa benar cinta adalah syarat mutlak untuk memulai rumah tangga? #mikir

Suatu ketika, ada seorang pemuda yang iseng ikutan sebuah acara biro jodoh. Acaranya simpel banget. Ada sebuah stasiun radio yang setiap malam mengudarakan identitas dan nomor para pencari jodoh. Ada yang sekadar kirim nama dan nomor telepon, ada juga yang sok romantis ngirim puisi amburadul seolah hanya dia pujangga terakhir di bumi. Tapi yang namanya jodoh, ada saja jalannya.

Si pemuda yang punya tampang pas-pasan dan kantong flat ini rupanya paham betul dimana jalur untuk menemukan jodohnya. Maklum, ibarat prajurit yang berangkat ke medan perang dia hanya pakai rompi anti peluru. Mau mengandalkan modal apa coba? Ya paling aman lewat jalur kasat mata lah, alias online.

Jaman si pemuda masih jomblo nie belum ada facebook bro. Baru ada friendster yang hanya bisa di akses di warnet. Handphone yang populer saat itu jenis poliklinik, eh polyphonik. Jadi, boro-boro mau chattingan Line, IG, Path, atau Telegram. Bisa sms gratis pakai kartu Jempol saja senengnya minta ampun.

Rupanya Allah berbelaskasih ke pemuda itu. Beberapa nomor baru ngajakin dia kenalan lewat sms. Macem-macem nanyanya, mulai dari rumahnya dimana, umur berapa, udah punya rumah berapa, mau di kubur kapan. Hahaha..

Lalu bagaimana nasib pemuda itu? Dapet jodoh nggak dia? Tentu dapetlah.

Anehnya justru yang jadi jodohnya adalah cewek yang selama 2 tahun hanya dia kenal lewat suara dan ketikan smsnya. Tanpa tahu wajahnya, bagaimana keluarganya, dan berapa jumlah rumahnya.

Selama 2 tahun itu dia jalani apa adanya. Dia disana dan si jomblo disini. Terhalang jarak dan waktu. Hanya ketikan sms dan layang suwara yang semakin merekatkan perasaan pemuda itu.

Akhirnya dia nekat saja nembak si cewek. Meskipun dia tak tahu bagaimana rupa dan latar belakang keluarganya. Gak tanggung-tanggung bro, dia nembak 3 kali dan di tolak 2 kali. Haha.. Apakah karena cinta?

Belum tentu. Si pemuda tak tahu apakah si cewek benar-benar cinta dan apakah dirinya sendiri mencintai si cewek.

Hanya satu prinsip yang di pegang si pemuda. Berumah tangga itu artinya menyatukan dua keluarga. Apa artinya jika keduanya saling mencintai, namun tak mampu menyatukan cinta kedua keluarga. Jadi, nekat saja. Toh cinta bisa dibangun dengan rasa saling menerima, memahami dan menguatkan.

Dan Allah ternyata menjawab kenekatan si pemuda. Mereka menjadi sepasang suami istri yang bahagia. Dikelilingi oleh dua keluarga yang saling menerima, memahami dan menguatkan. Meskipun dengan latar belakang berbeda diantara keduanya. Rasa cinta itu tumbuh dengan sendirinya. Bukan hanya pada diri si pemuda dan si perempuan, melainkan diantara kedua keluarga.

Nah, hikmah apa yang bisa diambil dari kisah nyata di atas? Hehe..

Tak banyak orang yang tahu siapa si pemuda dan cewek tersebut. Namun semua orang yang mengenalnya tahu bahwa si pemuda dan cewek itu selalu bahagia, bersama kedua keluarganya yang harmonis.

Apakah cinta menjadi syarat mutlak untuk berumah tangga? Mungkin saja iya, tapi bisa jadi jawabannya adalah tidak. Karena seharusnya cinta mulai di bangun ketika di awal memulai rumah tangga. Bukan hanya sebatas kamu dan dia, melainkan keluargamu dan keluarganya.

Cintailah mereka kawan.


Previous
Next Post »

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Saya harap tidak meninggalkan komentar yang memicu konflik dan mengandung URL aktif. Jabat erat. ConversionConversion EmoticonEmoticon