(Puisi) Lagu Jelang Pilkada

Share:


/1/
Lagu ini terdengar merdu,
penyanyi bersuara sendu,
nada tersusun mendayu.
Karena penasaran,
orang bertanya, "ini lagu ciptaan siapa?"
"Oh, partai politik." Dijawab rahasia.
"Lead vokalnya?"
"Itu, calon wakil rakyat." Dibisikkan di gendang telinga.
"Pengiringnya?"
"Ada. Kalau kamu mau, disiapkan amplop untukmu." Dipungkasi kedipan mata.

/2/
Ada yang hapal lagu ini,
tutup mata turut bernyanyi,
meskipun asal bunyi.
"Dia belajar lagu ini dari siapa?" selidik orang tak percaya.
"Dari bisikan perutnya." Dikirim melalui SMS.
"Apa dia dapat saweran?"
"Iya. Kalau jadi." Terkirim lewat telepati.
Orang-orang menunggu kepastian,
tua ketiduran,
muda sibuk nyinyir kelaparan.

/3/
Lagu ini tak terdengar lagi,
penyanyi jadi pemaki,
iringan jadi uring-uringan,
pertanyaan jadi tuduhan.

"Apa kamu lupa lagunya?" Retorika orang kalah taruhan.
"Oh iya, dulu lagunya syahdu."
Disambut senyum separuh muka
gejolak dada
teriak seenaknya.

Asap mengepul
samar sumber apinya,
sajian mentah
genduri korban latah.
Dasar nasib, terlanjur jadi penyanyi
leher putus
pita suara tergadai pupus,
biar hangus
sekalian saja mampus!

Ditulis: Seno NS
Yogyakarta, April 2018

No comments

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Silakan tinggalkan komentar dan share artikelnya. Jabat erat.