Jadilah Penyelamat Perusahaan

Share:
Sumber gambar: jawaban.com


Jadilah Penyelamat Perusahaan - Ada pola pikir yang menurutku perlu diperbaiki terkait cara seseorang menjalani peran mereka sebagai karyawan. Entah apa sebabnya, sebagian besar orang yang bekerja sebagai karyawan berpikir cukup datang, kerja, pulang, kemudian gajian. Mereka terjebak di zona nyaman sebagai staf fungsional. Mengira dengan mengerjakan rutinitas saja sudah cukup. Toh yang penting tiap bulan gajian, ngapain pusing-pusing mikir manajemen.

Realita yang terjadi di lapangan adalah staf fungsional lebih nyaman mengerjakan pekerjaan fungsional dan menganggap tidak perlu ikut campur urusan manajemen. Parahnya lagi apabila para manajer tidak berpikir kreatif dan membiarkan keadaan hanya berjalan seperti rutinitas biasa. Yang paling sering terjadi adalah ketika sebuah keputusan diambil oleh pimpinan, para staf banyak yang kontra karena merasa tidak dilibatkan. Lalu masalahnya dimana?

Mari bawa memorimu pada lingkungan kerja yang selama ini kamu rasakan. Lihat siapa saja yang duduk di jajaran manajerial strategis di tempatmu bekerja. Apakah mereka lulusan universitas terkemuka, nilai akademik mereka diatas rata-rata, namun kamu merasa ada sesuatu yang salah dengan mereka. Perusahaan kamu ternyata tidak menunjukkan kinerja yang cukup baik. Padahal dengan pimpinan hebat seperti mereka seharusnya perusahaan bisa menunjukkan kinerja yang lebih baik.

Sejenak saja, aku ingin kamu menilik beberapa gejala berikut ini. Semoga gejala-gejala ini tidak banyak kamu temukan pada organisasi di tempatmu bekerja.

Gejala pertama, tidak berani mengambil keputusan dan selalu ragu untuk bertindak. Pernahkah kamu jumpai para atasan yang selalu menunggu persetujuan orang lain ketika sebuah keputusan perlu segera ditentukan? Seberapa berani para atasanmu mengambil keputusan?

Gejala kedua, terlalu sibuk mengumpulkan data dan tidak percaya diri untuk mengambil keputusan. Biasanya perusahan terjebak dengan keaibukan mengumpulkan data. Tujuannya sebagai bahan pendukung pengambilan keputusan. Pada akhirnya proses analisis jarang dilakukan, rekomendasi perbaikan tidak pernah disusun, dan perbaikan mutu tidak pernah terjadi. Hanya sebatas pendokumentasian data mutu.

Gejala ketiga, terlalu sering mengadakan rapat namun tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah rapat. Efektifnya forum rapat digunakan sebagai forum komunikasi antara pimpinan dengan para manajer. Dengan agenda yang jelas dan durasi waktu yang diperhitungkan. Jangan sampai rapat diadakan sebagai formalitas pemenuhan program kerja saja sehingga hasil pembahasan rapat tidak maksimal. Idealnya setelah rapat, para manajer semakin paham apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Gejala keempat, inisiatif bawahan dalam pengambilan keputusan selalu muncul menjelang akhir tahun anggaran. Biasanya karena efek berkurangnya rasa percaya kepada atasan yang dianggap tidak memberi gambaran strategis. Kegiatan-kegiatan dimampatkan di akhir tahun sebagai bentuk upaya menghabiskan anggaran.

Gejala kelima, tidak ada kemajuan kinerja perusahaan tetapi atasan menjabat dalam waktu yang lama. Posisi atasan selalu aman meskipun kinerja perusahaan jeblok. Penilaian kinerja tidak dilakukan secara objektif, sehingga tidak ada alat untuk evaluasi manajemen perusahaan.

Gejala keenam, selalu cari aman, nyaris tanpa inovasi dan terobosan meskipun banyak masalah yang terjadi. Program kerja hanya dijalankan sebagai rutinitas saja tanpa kesungguhan, bahkan karena terpaksa untuk memenuhi tuntutan program.

Menurut Pak Renald Kasali dalam bukunya Self Driving, gejala-gejala diatas menunjukkan bahwa sebuah perusahaan sedang butuh pasukan pembaharuan. Sebuah perusahaan yang sedang dikuasi oleh para pasengger, karyawan yang tak memiliki mental sebagai driver. Perlu karyawan dan manajer yang terus berpikir kreatif penuh inovasi untuk mengembangkan perusahaan.

Tidak harus jadi malaikat untuk menjadi penyelamat. Tidak pula harus jadi manusia super untuk membebaskan kebaikan. Bebas dari ancaman yang merugikan. Tapi cukup gunakan otak untuk berpikir, jadilah pembawa perubahan bagi lingkungan. Hingga semua merasakan manfaat dan kebaikan. Jadilah penyelamat perusahaan ditempatmu bekerja saat ini. Jangan hanya puas menjadi penumpang kendaraan organisasi yang mungkin saat ini sedang bermasalah. Tentunya semua itu harus dimulai dari diri sendiri.

No comments

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Saya harap tidak meninggalkan komentar yang memicu konflik dan mengandung URL aktif. Jabat erat.