Move On dari Kebiasaan Kerja

Share:
Sumber gambar: mad-day.com

SENONERS - Move On dari Kebiasaan Kerja. Ada seorang karyawan baru yang sombongnya minta ampun. Di tempat kerja enggak pernah mau mendengar saran dari rekannya. Merasa paling kompeten dan selalu menggampangkan tugas yang dikasih bos.

"Ah, tenang aja. Kalau cuma gini mah saya bisa atasin sendiri."

"Yakin, lo?"

"Di tempat kerja saya yang dulu, dah sering ngerjain yang kayak begini," terangnya meyakinkan.

Karyawan baru itu pun mengambil alih tugas itu. Rekan kerja dia sebenarnya ragu, tapi akhirnya dia kasih juga kerjaan itu. Sebenarnya bos minta tugas itu dikerjakan bareng dengan karyawan baru. Maksudnya untuk memahamkan prosedur kerja kepada karyawan baru.

Apa boleh buat. Bagi karyawan senior, sekali-sekali karyawan baru perlu juga dikasih pelajaran. Apalagi kalau bertemu yang lagaknya sok jago. Biar dia tahu rasa kalau nantinya dimarahi bos.

Benar saja, begitu tugas dikerjakan, ternyata hasilnya enggak sesuai dengan yang diharapkan bos. Berantakan. Sama sekali enggak memuaskan. Maka, bos memanggil karyawan senior yang tadi dipasrahi tugas.

"Ini kenapa hasilnya kayak gini?"

"Ma ... maaf, Bos. Tadi yang mengerjakan karyawan baru. Dia belum cukup kompeten mengerjakannya."

"Loh, kan saya suruh kamu untuk dampingi dia?"

"A ... anu, Bos. Dia enggak mau didampingi. Katanya bisa diselesaikan sendiri."

Karyawan baru itu pun dipanggil menghadap si bos. Dia dimintai keterangan terkait persoalan itu. Memang benar, dia merasa bisa mengerjakannya sendiri. Karena di tempat kerja sebelumnya sudah pernah mengerjakan tugas yang sama. Namun, dia merasa kesulitan ketika menemui alat-alat operasional yang ternyata berbeda dengan yang biasa dia gunakan di tempat kerja yang lama. Sehingga dia tidak maksimal ketika mengoperasikannya.

"Kamu ini harusnya paham. Beda tempat kerja, beda aturan. Bahkan lingkungan, alat, dan prosedur yang dipakai juga beda. Jangan sok jadi expertlah."

"Ma ... maaf, bos. Saya pikir tadi alatnya sama."

Akhirnya karyawan baru itu pun menerima teguran pertama di masa awal dia bekerja. Selain itu hubungannya dengan karyawan senior jadi kurang baik. Karena beberapa orang di sana menganggapnya sombong, tidak enak diajak bergaul. Akibatnya kondusifitas lingkungan kerja terganggu.

***

Apa yang bisa kita petik dari ilustrasi di atas? Iya, kita harus bisa move on ketika pertama kali kerja di lingkungan yang baru. Jangan mentang-mentang senior, lalu merasa paling bisa, paling kompeten, dan enggak mau mendengarkan arahan karyawan senior.

Setiap lingkungan pastinya punya rutinitas kerja yang berbeda. Apa yang dijalankan di tempat kerja yang lama, belum tentu cocok diterapkan di tempat kerja yang baru. Bahkan ketika kita jadi jagoan di tempat kerja yang lama, belum tentu jadi jawara di tempat yang baru.

Maka, jangan merasa sombong. Terbukalah kepada siapa saja untuk menjalani proses adaptasi. Kalau kita ngotot mempertahankan ego kita, pasti bakalan susah move on. Akibatnya bisa di cap jelek oleh rekan kerja yang lainnya. So, sudah siap move on?


No comments

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Saya harap tidak meninggalkan komentar yang memicu konflik dan mengandung URL aktif. Jabat erat.