Akal-akalan Penulis Kurang Modal


Penulis jaman now tak selalu hidup enak. Punya duit banyak, popularitas, tinggal ungkang-ungkang tiap bulan royalty ngalir ke rekening. Salah. Penulis yang nasibnya macam gitu tak banyak. Hanya penulis dengan nama beken yang nasibnya begitu. Kalau penulis pendatang baru mah masih butuh perjuangan. Termasuk cari modal.

Weh, emang mau buka warung? Pake modal segala. Jangan salah, Bero. Nulis SMS aja pakai modal, apalagi nulis buku. Untung saja penulis SMS nggak dapet royalty. Bayangin aja kalau penulis SMS juga terjerat masalah pajak royalty. Bakal ramai, tuh.

Kadang saya merasa tergerak usil mendengar alasan beberapa kawan yang suka alasan ketika mulai jarang nulis. Ada yang bilang leptopnya sedang masuk bengkel, ada yang sering mati listrik, dan alasan keterbatasan lainnya. Usil, karena saya juga sering gitu. Gak punya leptop. Ada sih leptop fasilitas dari kantor, tapi enggan berlama-lama ngetik disana. Kecuali ngetik laporan terkait kerjaan.

Percaya atau nggak, sebagian besar artikel yang saya posting di blog ditulis pakai handphone android. Beberapa naskah antologi juga saya tulis pakai handphone android. In sya Allah suatu saat buku saya terbit juga hasil ketikan dari hape android. Aamiin. Memang saya lebih nyaman ngetik pakai android.

Ah, jujur sajalah ..., emang kenyataannya ente nggak punya modal. Nama ente belum beken. Rekening ente belum teraliri royalti tiap bulan. Iya nggak?

Hehe .... Betul, ane penulis pendatang baru yang masih kere, Bang. Nggak kuat beli leptop atau komputer. Beli buku tiap bulan saja nggak abis duit 100 ribu. Memang ane suka hidup sederhana, Bang. Hahaha ....

Tapi ijinkan saya menyampaikan hasil akal-akalan yang barangkali bisa bermanfaat. Ya, minimal menginspirasi untuk mengatasi keterbatasan para penulis yang memiliki hambatan kayak saya.

Ceritanya begini. Ngetik pakai android kan terbatas hanya mengandalkan 2 jempol. Dari sisi produktifitasnya tentu juga kalah dengan sepuluh jari. Nah, gimana caranya saya bisa nulis pakai sepuluh jari di android?

Saya googling tentang keyboard android. Ada. Lihat harganya lumayan mahal. Di angka ratusan ribu. Nanya teman, ternyata ada yang punya. Suatu hari saya minta teman saya untuk membawanya ketika ke kantor. Saya pengin nyoba.

Lumayan. Ternyata bisa. Hanya masalahnya saya tak punya duit ratusan ribu buat beli keyboard android seperti yang teriklan di toko online. Akhirnya saya legowo. Ngetik pakai dua jempol dulu saja.

Suatu hari rasa penasaran saya muncul lagi. Usil. Saya copot keyboard komputer teman kerja saya. Saya pinjam. Kabelnya saya sambungkan dengan kabel OTG. Lalu saya colokkan ke android. Ternyata bisa. Keyboard komputer bisa dikolaborasikan dengan android.

Kira-kira ada nggak sih keyboard fleksibel yang ringkas bisa dibawa kemana-mana. Ada. Langsung saya cari informasi harganya. Alhamdulillah lebih murah. Ada yang dibawah 50 ribu. Akhirnya saya ke toko komputer beli keyboard fleksibel.

Hehe .... Lumayan. Kedua jempol saya sekarang ada temannya. Setiap malam dia nggak bakal keriting sendirian. Saya bisa ngetik dengan sepuluh jari di layar android.

Previous
Next Post »

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Saya harap tidak meninggalkan komentar yang memicu konflik dan mengandung URL aktif. Jabat erat. ConversionConversion EmoticonEmoticon