[Road To Papua] Kami Akan Mengkhitan Menggunakan SGR Clamp

Sumber gambar: dokumentasi tim khitan RSNH

Mengkhitan 2.000 anak membuat Tim Khitan RS Nur Hidayah harus memikirkan  metode teknis yang lebih efisien. Selain menerapkan teknik "Pabrikan", rencananya juga akan menggunakan alat SGR Clamp. Alat ini sudah terbukti sangat efisien untuk digunakan dalam khitan massal yang memerlukan gerak cepat dengan keterbatasan tim medis.

Disebut teknik "Pabrikan" karena teknik pelaksanaan khitan sedikit berbeda dengan biasanya. Jika biasanya setiap satu orang anak yang di khitan dikerjakan oleh 2 orang (operator dan asisten), maka di metode "Pabrikan" tidak berlaku. Sistemnya di ubah, 5 orang tim khitan bertanggung jawab pada tugas yang berbeda.

Ada pembagian tugas pada 5 orang tim khitan, yang meliputi: 1 orang bertugas sebagai on loop dan cuci alat; 1orang bertugas menganestesi dan memotong; 2 orang bertugas menjahit luka; dan 1 orang bertugas menyiapkan pasien dan memplester verban pembungkus luka. Semua petugas akan aktif menghampiri anak-anak yang sudah disiapkan di meja khitan.

SGR Clamp ditemukan oleh Dr. DR. Sagiran, M.Kes., Sp.B (K) KL. dengan memodifikasi klem sehingga memungkinkan pelaksanaan khitan lebih mudah ketika dikerjakan oleh satu orang operator. Tentu saja alat ini sudah diuji dan mengalami beberapa perbaikan setelah dilakukan evaluasi.
Dr. Sagiran bersama Tim Khitan RSNH mensimulasikan SGR Clamp.

Pada hari Jumat (25/8) semua Tim Khitan yang akan berangkat ke Papua mendapatkan proctoring teknik penggunaan SGR Clamp. Langsung disampaikan oleh Dr. DR. Sagiran melalui forum kecil intensif dengan melakukan praktek langsung menggunakan pantom.

Proctoring kali ini adalah koordinasi akhir terkait teknis pelaksanaan khitan sebagai persiapan sebelum keberangkatan ke Papua pada tanggal 30 Agustus mendatang. Harapannya kegiatan khitan 2.000 anak di Papua besok dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana.

Dengan metode "Pabrikan" dan penggunaan SGR Clamp diprediksi waktu pelaksanaan khitan bisa lebih cepat. Target 2.000 anak in sya Allah akan selesai tepat waktu, bahkan kemungkinan bisa melebihi target 2.000 anak. (ESN)
Previous
Next Post »

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Saya harap tidak meninggalkan komentar yang memicu konflik dan mengandung URL aktif. Jabat erat. ConversionConversion EmoticonEmoticon