Prestasi dan Keprihatinan

Kegiatan tirakatan warga Perum Trimulyo


Prestasi dan Keprihatinan - Ujung dari sebuah lomba adalah juara. Prestasi. Perjuangan sekuat tenaga melewati rintangan dan persaingan. Kadang fair, kadang saling sikut. Jatuh bangun, ada pula yang jatuh dan tidak mampu bangun lagi. Pada akhirnya yang terdepan, terkuat, yang terbaik yang berprestasi.

Mungkin saja ada rasa tak terima atas kekalahan, tapi semoga tidak menjadi dendam. Barangkali sempat menyerah kalah, tapi semoga bukan putus asa yang terpendam. Bisa juga  ada rasa bangga atas kemenangan, tapi semoga tidak menjadi sombong dan merendahkan.
Pada akhirnya sebuah nama yang akan terpandang. Bukan dosa atau amal kebaikan. Karena dalam lomba bukan mencari siapa yang paling berdosa atau siapa yang paling kelihatan banyak amalnya. Kecuali dihadapan Tuhan.

Pada saatnya dosa atau amal kebaikan yang terpandang. Lantaran mengalah demi kebaikan atau mengalahkan untuk menjatuhkan. Rasa sang juara akan hambar, karena prestasi hanya tempelan. Penutup amal kebaikan atau dosa-dosa yang didapatkan.

Maka dari itu Agustusan meletakkan puncak prosesi pada Tirakatan. Lelaku prihatin untuk meredam ketidaksesuaian harapan dengan kenyataan. Meredam kekeliruan niat menjatuhkan dengan kehangatan dan kebersamaan. Meredam kesombongan dengan tepuk tangan keikhlasan.

Sepertinya prestasi memang berjodoh dengan keprihatinan. Keduanya saling mengingatkan.

Bantul, 17 Agustus 2017

Previous
Next Post »

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Saya harap tidak meninggalkan komentar yang memicu konflik dan mengandung URL aktif. Jabat erat. ConversionConversion EmoticonEmoticon