Malam Minggu, Jangan Makan Sate Pak Pong Deh...

sumber gambar: katalogkuliner.com


Malam Minggu, Jangan Makan Sate Pak Pong Deh... - Kuliner sate di Jogja pastilah tak bisa mengabaikan Warung Sate Pak Pong dalam daftar most wanted. Bukan hanya soal menu masakannya yang mak nyuz, tapi sisi tempatnya juga lumayan nyaman. Buktinya selalu ramai pengunjung. Apalagi di hari-hari tertentu seperti malam minggu.

Kenapa Warung Sate Pak Pong selalu ramai? Padahal di Jalan Imogiri tuh ibaratnya tiap jengkal ada warung sate. Warung sate Pak Pong hanya salah satu diantara puluhan warung sate di jalan Imogiri. Andaikan ada data hitungan statistik, barangkali wilayah Bantul lah pemegang rekor pembantai wedus (kambing) terbanyak tiap bulannya. Hahaha... Syadizz...

Bukan tingkat kesadisan itu yang bikin Warung Sate Pak Pong ramai, Gaes. Entahlah, barangkali memang marketingnya yang handal. Sehingga brand sate klathak buatannya mampu menyita secuil ruang memori di otak orang-orang. Ketika nafsu makan sate muncul, otomatis nama Pak Pong melayang-layang gentayangan.

Saya sudah beberapa kali makan di Warung Sate Pak Pong. Biasanya di jam-jam siang atau sore hari. Baru sekali saya nyoba makan di sana pas malam minggu. Itu pun gara-gara anak saya mendadak rewel pengin makan nasi goreng kambingnya Pak Pong.

Karena kebetulan sedang lewat depan Warung Sate Pak Pong, maka mampirlah saya bersama anak istri disana. Jam 19.30 saya pesan menu, seperti pembeli lainnya. Ngantri, menulis pesanan, lalu menyerahkan daftar pesanan.

Kami kemudian duduk di meja B, dekat dengan tempat saya memesan menu. Sambil bercanda dengan anak saya, iseng-iseng saya amati suasana. Saya melihat Mbak cantik penerima pesanan sibuk mengkonfirmasi pesanan, pramusaji sibuk wira-wiri, dan beberapa pelanggan terlihat berkali-kali menghampiri meja pemesanan. 

Kalau saya perhatikan dari gerak-gerik mereka sih sepertinya ada kesabaran yang sudah menyentuh batasnya. Beberapa dari pelanggan menanyakan masih berapa lama lagi harus menunggu. Sepertinya usus mereka melilit menjerit menagih tumbal pada tuannya. Duh, kasian... 

Tak lama kemudian saya melihat istri saya mulai gelisah, anak saya mulai merengek kelaparan. Situasi mendesak saya untuk menanyakan berapa lama lagi harus menunggu. Begitu melihat jam, ternyata sudah pukul 21.30. Terhitung sudah 2 jam kami menunggu. Ini tak bisa dibiarkan. Saya harus pastikan berapa lama pesanan kami bisa dinikmati.

"Maaf, Mbak... Pesanan meja B masih berapa lama lagi ya? Atas nama Seno."

"Sebentar, Mas... Saya lihatkan daftar antriannya."

Kurang lebih lima menit saya harus menunggu kepastian jawaban dari Mbak-Mbaknya yang terlihat melipat senyum dari tadi. Ah, barangkali memang berat kerjaan si Mbaknya. 

"Antri 24 meja lagi, Mas." Sahut Mbak cantik tanpa senyum.

"Weh, itu kira-kira masih berapa jam lagi Mbak?"

"Sekitar 1 jam, Mas."

Speaceless. Saya sudah ngantri 2 jam dan harus nunggu sejam lagi. Tahu apa yang dikambing hitamkan, Gaes? "MALAM MINGGU

Karena malam minggu pesanan lebih ramai dari biasanya. Kebetulan juga banyak yang datang rombongan, sudah booking tempat dan menu via telepon. Begitulah keterangan valid yang keluar dari bibir Mbak cantik yang jarang senyum. 

Ternyata korbannya nggak hanya saya seorang. Ada beberapa pelanggan yang akhirnya membatalkan pesanannya. Bahkan ada pelanggan yang baru datang, tersenyum kecut meninggalkan kertas pesanan. Tentu saja setelah si Mbak cantik menawar kesabaran orang itu untuk menunggu 3 jam pesanannya.

Malam minggu, jangan makan sate Pak Pong deh... Kecuali kamu punya kesabaran di atas rata-rata. Atau coba pesan dulu via telepon, bisikkan ke Mbak cantik bahwa kamu akan datang membawa segerombolan kawan, atau seorang pacar yang malam ini adalah hari yang spesial buat dia.

Semoga Pak Pong mendengar jerit perut kami, kaum minoritas yang barangkali kantongnya pas-pasan. Semoga, ya? Minimal ada solusi lah untuk ngurangi waktu tunggu pesanan di malam minggu.

Orang manajemen pasti bisa melihat adanya waste di pelayanan warung sate Pak Pong. Ada bottle neck di titik penyiapan menu pesanan. Mungkin ada baiknya kalau tungku masak dan kokinya ditambah. Terutama di hari-hari tertentu seperti malam minggu. Meskipun mungkin dengan beberapa pelanggan yang membatalkan pesanan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan.

Sukses terus dah...

Previous
Next Post »

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Saya harap tidak meninggalkan komentar yang memicu konflik dan mengandung URL aktif. Jabat erat. ConversionConversion EmoticonEmoticon