Jika Agustusan Berlangsung Sepanjang Masa

Malam tirakatan warga perum trimulyo

Jika Agustusan Berlangsung Sepanjang Masa - Kalau melihat kondisi Negara tercinta saat ini, rasanya ingin sekali bulan Agustus berlansung sepanjang hayat. Gak usah ada bulan-bulan lainnya. Cukup bulan Agustus saja selamanya. Sehingga setiap detiknya yang ada dalam pikiran warga Negara Indonesia adalah kenangan perjuangan para pahlawan, kenangan tentang kemerdekaan.

Masih beruntung kita dapat menyimpan kenangan kemerdekaan dalam otak kita. Setidaknya ada rasa bangga dan menghargai perjuangan yang pernah dilakukan oleh nenek moyang. Yang menjadi pertanyaan, apakah sikap kita sudah benar-benar mencerminkan sebagai sikap warga Negara yang menempatkan kemerdekaan sebagai sesuatu yang harus dijaga? Sebagaimana menempatkan sisa nyawa dari rentetan perang yang telah dibanyar darah dan nyawa.

Kalaupun ada warga Negara yang benar-benar menjaga kemerdekaan, saya rasa jumlahnya tidak banyak. Meskipun setiap hari telinga kita dijejali berbagai macam pernyataan tentang nasionalisme dan patriotism. Tidak hanya sebatas bisikan dari mulut ke telinga, mereka sudah berkoar-koar di berbagai media massa. Mendeklarasikan diri mereka sebagai pembela kepentingan rakyat, menegakkan kedaulatan Negara.

Memang sih suara mereka tak lebih merdu dari suara Nella Kharisma yang bisa membangkitkan gairah jiwa kawula muda. 

Kenyataannya bukan kepentingan rakyat yang dibela, melainkan harta rakyat yang diperebutkan mati-matian untuk ditelan diam-diam. Bukan kedaulatan Negara yang dijaga, melainkan kedaulatan melobi untuk menjual asset Negara. Miris sekali melihat orang-orang yang dipercaya rakyat, tapi berkhianat terhadapnya. 

Barangkali mata dan telinga kita sudah bosan menyaksikan berita tentang korupsi pejabat Negara. Hampir setiap hari berita korupsi berjejalan mencoba menyaingi tayangan goyang dangdut di televisi. Tayangan senyum kecut terdakwa korupsi mencoba menarik simpati penonton artis dangdut yang seksi. “Ah, bagaimanapun juga menikmati goyang dangdut lebih asyik ketimbang mengikuti kasus korupsi pejabat Negara.” kata bapak-bapak di sebuah warung kopi di samping Balai Desa.

Saya senang sekali melihat aktivitas warga di bulan Agustus. Bulan special penuh momen kenangan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Semua elemen masyarakat bisa menyatu. Dari kalangan anak-anak, pemuda-pemudi, ibu-ibu, bapak-bapak, dan juga semua warga termasuk pecinta goyang dangdut. Mereka bersama-sama menyemarakkan peringatan hari kemerdekaan. 

Di kompleks perumahan tempat tinggal saya lomba agustusan berlangsung sederhana. Di mulai hari Minggu pagi tanggal 13 Agustus semua warga RT 12 melaksanakan jalan sehat mengelilingi kompleks perumahan. Setelah itu berkumpul, sarapan snack berat, kemudian dilanjutkan lomba-lomba. Mulai dari lomba estafet karet gelang, memindahkan bola pimpong, balap karung anak-anak, makan krupuk, dan lomba-lomba lainnya yang melibatkan semua warga.

Intinya meskipun sederhana, kami peduli. Kami ingin turut mengenang hari bersejarah kemerdekaan RI. Minimal kami bisa guyub rukun dalam bermasyarakat.

Puncaknya adalah acara tirakatan malam 17 Agustus yang diadakan di kompleks perumahan. Yang menarik dari acara tirakatan kali ini adalah kami mengangkat kuliner angkringan sebagai tema. Menu sudah di share ke warga kompleks perumahan dan masing-masing sudah mengajukan diri untuk menyediakan menu-menu angkringan. Ada yang siap menyediakan nasi angkringan, ada juga yang menyiapkan sate usus, mendoan, kepala ayam bacem, dan lain sebagainya. Dengan kesadaran dan keikhlasan warga masing-masing mengajukan diri untuk menyediakan menu-menu tersebut.

Bukan persoalan jenis lomba dan menu tirakatannya, melainkan cara kita memaknai kegiatan tersebut. Cara kita mengaktualisasikan diri mengenang hari kemerdekaan. Agar kecintaan kita kepada Negara bukan sekadar pura-pura. Tapi sebenar-benarnya cinta. Bukankah dengan selalu ingat dan terkenang akan menjaga kecintaan itu tetap ada dalam hati kita?

Previous
Next Post »

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Saya harap tidak meninggalkan komentar yang memicu konflik dan mengandung URL aktif. Jabat erat. ConversionConversion EmoticonEmoticon