Jiwa-Jiwa di Ujung Malam

Share:
Sumber Gambar: islamidia.com


JIWA-JIWA DI UJUNG MALAM
Oleh: Seno NS

Mata kurentang
sebelum pekik melantang
di penghujung malam.
Kulempar bola pandang,
Susuri wajah-wajah tertelan pendar temaram.

Aku kenal mereka
Sekumpulan jiwa yang lupa
manisnya kantuk dan berpejam,
Sekumpulan jasad yang lusuh
karena luluh tak kenal jadwal berbasuh,
Sekumpulan hati yang menahan orasi
"HARGAI KAMI, WAHAI PENGUASA  TULI,"
Sekumpulan lisan yang tak putus bersyukur,
meskipun terjajah di negerinya yang makmur.

Telinga kuregang,
sepanjang pekik melantang
mengantar malam dalam peraduan.
Kupercepat langkah meninggalkan
panggilan suara untuk mereka yang beriman.

Aku kenal mereka
Sekumpulan jiwa penggali fitrah
kian waktu jumlahnya kian punah,
Sekumpulan jasad berpasung sarung
bercumbu dengan Rabbnya yang Agung,
Sekumpulan hati perindu senyum
di balik hijab Sang Rasul dan Ilahi,
Sekumpulan lisan pelantun puji Ilahi,
meskipun bosan di negerinya penuh kelahi.

Kurenangi lautan yang kian sunyi,
Sesekali bersandar pada tiang pancang
yang ditanam ayah sejak aku bayi.
Namun, tirani menjeratku
Menyenangkanku, menidurkan imanku.

Aku merindukan mereka,
Ingin menyematkan cinta karena Dia,
Meninggalkan pasung jelaga
yang hilang timbul membuatku
lelah dan hina.


Yogyakarta, Juni 2017

4 comments:

  1. Hoaaa puisinya kerennn euyy :)

    ReplyDelete
  2. Seriusan ini puisi yg yg keren, bait kekinian tentang kondisi negeri yg ngeri

    ReplyDelete
    Replies
    1. sebenere ini perenungan diri saya yang masih sangat jauh dari kesempurnaan. bisa jadi hal seperti ini juga dirasakan orang lain.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Saya harap tidak meninggalkan komentar yang memicu konflik dan mengandung URL aktif. Jabat erat.