Tak Ada yang Sia-Sia

Share:

Bismillah... Assalaamu'alaikum wr. wb.

Alhamdulillahirrobbil'alamin, wassholatu wassalaamu'ala ashrofil anbiya'i walmursaliin wa'ala alihi washohbihi ajma'in ammaba'du.

Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi setiap detik hidup kita dengan berbagai hikmah yang senantiasa membuat kita belajar untuk menjadi insan terbaik di sisi-Nya. Sholawat dan salam senantiasa kita curahkan kepada Rasulullah Muhammad saw.

Mari sejenak kita buka mata hati kita untuk tholabul ilmi. Menggali makna dari salah satu ayat Al Quran yang diturunkan Allah sebagai petunjuk hidup kita. Saya disini sama sekali tidak ada maksud untuk menggurui. Kita sama-sama belajar, dan saya hanya mencoba menjalankan amanah yang diberikan. Sebagaimana yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa kita tidak boleh menolak ketika kita diminta untuk memberikan nasehat.

Maka hari ini, saya coba menyampaikan satu ayat dalam Al Quran, yang semoga kita nantinya bisa mengambil pelajaran darinya.

Gaes...
Saya rasa akhir-akhir ini kita sama-sama merasakan hiruk pikuknya pekerjaan yang kita jalani. Merasakan bagaimana kita harus bekerja lebih keras dari rutinitas yang biasanya kita lakukan. Bekerja sekuat tenaga untuk mencapai target dan tuntutan yang mau tidak mau harus kita lakukan. Karena memang itulah tugas dan tanggung jawab kita sebagai karyawan.

Mungkin ada beberapa diantara kita yang sempat merasa lelah, merasa hampir putus asa, kemudian lakhaula wala kuwata illabillah, menyerahkan semua hasilnya kepada Allah. Sadar atau tidak, sebenarnya setiap momen yang kita lewati tersebut mengandung hikmah yang apabila kita renungi bisa mendatangkan manfaat yang luar biasa.

Sebagaimana dalam Qur'an Surat Sad ayat 27 Allah berfirman, yang artinya:

"Dan kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka." (QS Sad: 27).

Gaes... Tidak ada yang sia-sia segala hal yang Allah ciptakan, bumi dan langit, dan juga segala yang ada diantara langit dan bumi. Entah itu yang berwujud benda mati, tumbuhan, binatang, apalagi manusia. Sekalipun benda-benda tersebut kita temui dalam bentuk yang tidak sempurna. Semua Allah ciptakan dengan maksud dan tujuan yang mulia, mengandung hikmah yang apabila kita renungi bisa membuat kita menjadi manusia yang lebih baik.

Itulah kunci sukses hidup kita, menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Bukankah kita ini diciptakan sebagai makhluk dengan keadaan yang paling sempurna? Laqad kholaqnal insana fi ahsani taqwimi(n). Tapi kita juga harus selalu ingat, jangan sampai lengah. Jika sekali saja berhenti, maka derajat kita bisa turun. Tsumma radadnahu asfala safilin. Kecuali kita yang terus berusaha, pantang berkeluh kesah, selalu yakin dan terus berbuat amal saleh. Illal-ladzina amanu wa amilush sholihati. Apa yang kita tuju? untuk meningkatkan derajat kita menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Hingga kemudian kita akan memperoleh nikmat yang tidak terputus. Falahum ajrun ghayru mamnuni(n). (Mengikat Hikmah, hal 2).

Lalu bagaimana cara kita agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik?

Salah satu caranya adalah dengan menyelami setiap hikmah yang terjadi dalam hidup kita. Hanya dengan cara melakukan evaluasi diri atau yang biasa disebut dengan muhasabah, kita dapat menemukan hikmah apa saja yang bisa kita petik dari kehidupan. Artinya ada proses perenungan, introspeksi diri yang dilakukan secara sadar.

Dari hikmah yang kita dapat, kemudian kita gunakan untuk mengambil keputusan. Kira-kira kebiasaan buruk apa yang harus ditinggalkan, dan perbuatan baik apa yang harus kita lakukan. Dengan melakukannya secara terus-menerus tentu akan mencegah kita terjerumus pada lubang kesalahan yang sama. Sehingga kita akan senantiasa berhati-hati dalam bertindak.

Andaikan mata kita ini diciptakan seperti kamera cc tv yang tersebar di beberapa titik disekitar kita, tentu kita akan selalu tahu apa yang sebenarnya terjadi di luar rutinitas kita. Sayangnya mata kita hanya sepasang. Sebatas melihat kejadian yang ada di depan kita hanya ketika kita terjaga. Kita sama sekali tidak tahu apa yang orang lain lakukan di luar sana yang sudah Allah takdirkan berimbas terhadap kebaikan kita. Kita sama sekali tidak tahu bahwa di luar sana, orang yang sangat kita benci ternyata Allah hadirkan manfaat untuk kehidupan kita.

So, Gaes... Mari kita senantiasa mensyukuri setiap kejadian dalam hidup kita. Susah, senang, ketemu orang nyebelin, syukuri semuanya. Karena Allah sudah menegaskan bahwa ada hikmah di setiap ciptaannya.

Tidak ada yang sia-sia, karena Allah akan membalas kebaikan yang telah kita perbuat dengan kebaikan yang setara.

Billahi taufik wal hidayah

Wassalaamu'alaikum wr. wb.

No comments

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Saya harap tidak meninggalkan komentar yang memicu konflik dan mengandung URL aktif. Jabat erat.