[Opini] Menunggu Fatwa Haramnya Mengejar Peringkat Satu Google

Share:
Menunggu Fatwa Haramnya Mengejar Peringkat Satu Google - Segeralah beristigfar jika kalian mengaku sebagai bloger, tapi masih saja mengejar peringkat satu google. Serius. Segeralah bertaubat, karena sejatinya hakekat seorang bloger bukanlah mengejar peringkat satu google. Ingatlah, GOOGLE BUKAN SESEMBAHAN PARA BLOGER. 

Dulu ketika saya pertama kali terjun di dunia blogging, seringkali malu-malu ketika mau publish tulisan di blog. Malu kalau tulisan saya dibilang jelek, ditertawakan, atau tak layak di baca. Akhirnya nekat bikin blog. Nulis beberapa. Lalu nggak nulis-nulis. Akhirnya matilah blog saya itu. 

Di lain waktu melihat para bloger sukses gara-gara blog, akhirnya kepengin lagi bikin blog. Kali ini mulai rada serius. Cari-cari info tentang bagaimana cara membuat blog yang baik. Baca blog orang lain. Baca tips dan info tentang blogging. Akhirnya ketemulah satu poin penting. Beberapa artikel menuliskan seolah-olah blog yang bisa nangkring di peringkat satu google adalah blog yang keren. 

Mau tak mau saya harus belajar bagaimana caranya agar blog saya bisa nangkring di peringkat satu google. Dan dimulailah pengembaraan itu. Biar di bilang keren. 

Setelah tahunan saya ngeblog, ternyata belum sampai juga di peringkat satu google, Gaes. Misalkan pernah, itupun untuk beberapa judul yang saya ketik di google yang mungkin hanya ada dalam postingan blog saya. Itupun judulnya sepanjang kereta jurusan Jogja Banyuwangi. Alias long tail keyword. 

Lama-lama saya berpikir. Selain saya, ada nggak sih yang ngetik judul sepanjang ini dan sama persis di mesin pencari? Kalau ada, maka beruntunglah saya karena orang itu pasti akan melihat blog saya berada di peringkat satu google. 

Lalu kira-kira proporsinya berapa orang yang mengetikkan judul yang sama persis seperti itu? Sumpah, saya nggak bisa jawab pertanyaan ini. Saya nggak bisa memastikan berapa orang yang bakal ngetik judul artikel saya atau kasarannya berapa orang yang akan melihat artikel saya nangkring di peringkat satu google. 

Atas dasar pertanyaan tersebut, akhirnya saya mencari tahu bagaimana agar judul-judul postingan blog saya bisa ditemukan orang. Alias di ketik di mesin google oleh sebagian besar orang. Nah, ketemulah ilmu tentang bagaimana melakukan riset keyword atau kata kunci agar judul artikel saya mudah ditemukan oleh para pencari informasi di mesin google. 

Tidak mau menunggu lama. Akhirnya langsung saya praktekin aja tuh tips dan triknya. Kemudian saya cek. Saya ketikkan keyword postingan blog saya. Beberapa hasil penelusuran lumayan memuaskan. Ada beberapa artikel yang tampil di halaman depan google, ada beberapa juga yang nangkring di peringkat 3 teratas. Lumayan. 

Di hari berikutnya saya coba cek lagi mengetikkan keyword yang sama di mesin google. Ternyata yang kemarin artikelnya nongkrong di 3 teratas google hari berikutnya nggak lagi. Malah nggak nampak sama sekali di halaman pertama google. Hadewh..... Ada apa dengan Google, Gaes?.... 

Saya kurang tahu, apakah kalian pernah mengalami hal yang serupa dengan saya. Bagaimana pusingnya memahami Mbah Google yang seringkali bergonta-ganti kesukaan pada blog-blog yang lain. Ilmu terakhir yang saya dapatkan, jika mau nangkring di peringkat satu google maka bayarlah Mbah Google dengan sekian dollar. Dijamin eksis disana. Tapi kantong saya terlalu tipis buat nyobain cara ini. 

Pengalaman ini menyadarkan saya kepada tujuan utama ngeblog sebenarnya untuk apa. Ini hanya bisa di jawab oleh masing-masing kita yang memutuskan untuk terjun di dunia blogging. Mau ngeblog untuk uang, atau biar dibilang keren, iseng-iseng saja, atau untuk tujuan menjerumuskan penghuni jagad dunia maya. Silakan. Kalau ada yang jawab tujuan ngeblog adalah untuk nangkring di peringkat satu google, maka silakan stop baca postingan ini. Karena percuma. Buang-buang waktu kalian. Tinggal bayar dengan dollar beres tuh. 

Andaikan di dunia perblogeran ini ada semacam majelis persatuan pembela tegaknya syariat blogging, maka, hehe.... Ada baiknya mereka mengeluarkan fatwa haram mengejar peringkat satu google. Karena ini menyesatkan, Gaes. 

Pertama, mesin pencari atau seacrh engine di dunia maya ini bukan hanya google semata.
 
Sebut saja Bing miliknya microsoft, Yahoo.com, Firefox, Opera, dan lain sebagainya. Masing-masing memiliki penggemarnya sendiri-sendiri. Tentu berdasarkan pilihan kenyamanan browsing penggunanya. 

Lalu kenapa kalian harus mengejar peringkat satu google? Coba pikirkan lagi. Kalau tujuan kalian adalah untuk mendatangkan trafik yang tinggi ke blog kalian, maka salah satu caranya memang bisa dengan menempatkan blog di peringkat satu google. Karena peluang di baca oleh orang bisa lebih tinggi jika dibandingkan dengan blog yang berada di halaman kedua dan selanjutnya di google. Clear? 

Kedua, kita menulis di blog untuk di baca oleh orang lain, bukan dibaca oleh mesin google semata. 
 
Kalian menulis curhatan, menulis cerpen, artikel, opini, dan lain sebagainya di blog kira-kira kalian tujukan ke siapa? Orang, kan? Kalau mau ditujukan ke google kan tinggal kirim email aja ke perusahaan google. Rampung. Itu juga nantinya dibaca sama orang staf di perusahaan google, ya. Atau gini aja, kalian tulis dalam bentuk kode pemrograman. Kan mesin google lebih paham bahasa pemrograman kayaknya daripada curhatan yang agak lebay-lebay anjay. 

Apa ini berarti kita bisa abaikan saja mesin google? Wait.... Kita tetap butuh artikel kita di baca oleh mesin google, Gaes. Itulah sebabnya muncul ilmu SEO untuk bekal kita mengoptimalkan fungsi mesin pencari sebagai alat menjodohkan tulisan blog kita dengan pembaca. Jadi, jangan nomor satukan google. Tapi nomor satukan pembaca blog kita sebagai tujuan utama kita menulis di blog. Dan google, karena perannya juga lumayan, kasihlah nomor dua nggak apa-apa. Hehe.... 

Ketiga, menyembah Google tidak menjamin masuk surga. 
 
Nah, ingat Gaes. Seberapa dekat kalian dengan google, jangan nomor duakan sesembahan kalian. Yakni Tuhan Yang Maha Esa. Karena saya muslim, maka Allah yang harus didahulukan. Jangan sampai sebagai bloger mata hati kita dibutakan oleh urusan dunia maya. Terlebih lagi hanya untuk mengejar peringkat satu google. 

Kalau pas tiba waktu shalat, ya tinggalkan dulu Mbah Google. Kalau pas jadwalnya ngaji, ya segeralah tutup browsernya. Kalau jadwalnya menghadiri undangan tahlilan, ya sign out dulu dari dashboard blognya. Pokoknya jangan sampai kegiatan dunia maya kalian mengacaukan kegiatan ibadah di dunia nyata. Gitu ajalah. 

Sebagai penutup. Jangan terlalu dianggap serius tulisan ini. Hehe.... Jika ada beberapa poin positif yang bisa kita pakai untuk introspeksi, saya persilakan saja. Namun, jika ada poin yang mungkin kurang berkenan atau barangkali menyinggung perasaan, dari lubuk hati saya yang paling dalam saya memohon maaf setulus hati. Terutama buat Mbah Google yang mengkin banyak saya singgung di atas. Hehe... Maafin ane, ya Mbah.... 

Semoga, sedikit tulisan dari saya ini bisa bermanfaat. Jika kalian suka, silakan di share atau beri komentar di kolom yang tersedia di bawah postingan di blog saya. Sekali lagi terima kasih. 

Salam blogger kreatif.

11 comments:

  1. Hehehe judulnya menarik buat saya dan langsung click, dan ternyata isi nya bermanfaat banget buat newbie spt saya, malahan saya ngga tau sblmnya kl blogger mengejar peringkatnya google.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas kunjungannya. Hal seperti masih sering jadi bahasan diskusi kawan-kawan blogger di grup WA bloggerclass. Beberapa sering nanya bagaimana caranya agar bisa nongkrong di halaman pertama google.

      Nah dari situ akhirnya mengerucut pada pertanyaan kenapa mesti google? Kok nggak yang lainnya. Hehe...

      Delete
  2. Opininya menarik. Bahkan sekarang beberapa lomba juga mensyaratkan nongkrong di halaman pertama google, hoho

    ReplyDelete
    Replies
    1. NAH, itulah.... Mungkin beberapa bloger yang masih baru akan keder jika membaca syarat itu. Tapi yah memang kembali ke penyelenggara lomba sih. Hehe

      Delete
  3. milih judulnya keren om, sangat menarik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Trims Gan, belajar dari kawan-kawan bloger juga ini.

      Delete
  4. Hoho... sempat terbersit utk nangkrin di pejwan. Tpai lambat laun jadi lunglai utk ngejar no .1 di mata gugel. Karena menulis tidak hanya sekedar bisa hadir di layar pertama tapi juga hadir dalam memnuhhi keingintahuan pembaca trhadp artikel kita. hohoho
    Nice share Bang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih.... Semoga tidak ada lagi yang terjebak mengejar pejwan. Hehe....

      Delete
  5. Jadi? Kenapa yang ditulis hanya menunggu fatwa haram page one? Kenapa tidak krn google adsense, atau artikel porno, atau blog judi,? Masalah sebenarnya bukan pada page one nya tapi bagaimana kita jangan diprbudak dg blogger krn hakikat kita adalah hamba Allah yang jelas harus mementingkan Allah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena kalau saya tuangkan semua di sini bisa berlembar-lembar mas. Jadi saya pilih satu bahasan yabg sederhana. Sesuai dengan apa yang saya alami.

      Otomatis hal-hal yang memang mendatangkan mudharot tentunya tak baik untuk didewakan. Trims atas sharing dan kunjungannya mas.

      Delete
  6. Jadi? Kenapa yang ditulis hanya menunggu fatwa haram page one? Kenapa tidak krn google adsense, atau artikel porno, atau blog judi,? Masalah sebenarnya bukan pada page one nya tapi bagaimana kita jangan diprbudak dg blogger krn hakikat kita adalah hamba Allah yang jelas harus mementingkan Allah..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Saya harap tidak meninggalkan komentar yang memicu konflik dan mengandung URL aktif. Jabat erat.