[Opini] Jalan Makrifat Para Bloger Militan

Share:
Jalan Makrifat Para Bloger Militan - Ujian tersulit seorang hamba adalah dalam hal kecintaan dan kesetiaan. Bermakrifat hingga level penghambaan yang tak bersekat. Meleburkan diri hingga seolah-olah seorang hamba manunggal dengan Tuhannya. Jalan menuju ke titik itulah yang bisa disebut sebagai jalan makrifat seorang hamba.
Lalu bagaimana dengan seorang bloger? Apakah mereka juga berada di jalan makrifat, atau bahkan tak berhubungan sama sekali?
 
Seorang teman bloger berpendapat bahwa ngeblog itu beda dengan kegiatan keagamaan. Jadi jangan campur-adukkan keduanya menjadi hal yang mengikat. Blogging adalah urusan dunia maya, sedangkan ibadah adalah urusan akhirat. Meskipun keduanya dilakukan di dunia dan oleh makhluk Tuhan yang sama. 

Teman bloger lain berpendapat berbeda. Meskipun bloger beraktivitas di dunia maya, namun dia juga memikul tanggungjawab sebagai makhluk Tuhan. Alias seorang hamba yang tak bisa lepas dari tanggung jawab akhirat. Sehingga dia harus hati-hati dalam menuangkan pikirannya kedalam blog. Karena Tuhan tetap akan mencatatnya sebagai amal ibadah atau dosa. Tergantung perbuatannya. 

Teman bloger lainnya berpendapat. "Saya mah gak paham hal begituan. Ngeblog, ya ngeblog aja. Makrifat, terlalu berat buat dipikir. Jadi yang penting heppy ajah."

Saya merasa hampir putus asa mau nerusin tema postingan kali ini. Cukup berat materinya. Berat dalam arti keilmuan saya masih dangkal, bahan untuk menulis materi ini juga minimal. 

Untuk meyakinkan kelanjutan penulisan ide ini, saya sempat melakukan brainstorming di beberapa grup komunitas bloger dan meminta pendapat teman yang saya anggap lebih paham ilmunya. Sayangnya saya tidak kepikiran meminta pendapat Cak Nun yang menurut saya beliau pakarnya. Selain tidak memiliki nomor kontaknya, saya juga tidak memiliki akses untuk berkomunikasi dengan beliau. 

Ada dua variabel yang saya hubungkan disini, yaitu JALAN MAKRIFAT dan BLOGER MILITAN. Kedua varibel itu saya cetak kapital dan saya tebalkan, agar nantinya kita bisa fokus memaknai kedua poin tersebut. 

Saya akan ambil definisi kata Makrifat dari KBBI V sebagai dasar pembahasan dalam postingan ini. Meskipun nantinya juga akan saya singgung beberapa definisi dari referensi lain sebagai penguat argumentasi. 

Ada dua makna kata Makrifat menurut KBBI V, yang pertama bermakna "pengetahuan," sedangkan yang kedua bermakna, "tingkat penyerahan diri kepada Tuhan, yang naik setingkat demi setingkat sehingga sampai ke tingkat keyakinan yang kuat."

Lalu bagaimana dengan BLOGER MILITAN?
Sebutan bloger militan saya gunakan untuk para bloger yang memiliki semangat tinggi, dan gairah dalam menjalankan aktivitas blogging. Bisa di bilang sebutan ini khusus untuk para bloger yang memang serius ngeblog. Tidak hanya asal senang atau sekadar mengisi waktu luang. Tapi bloging seolah sudah mendarah daging dan telah menjadi semacam jalan hidup yang mendatangkan kemanfaatan, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. 

Jika melihat fenomena perkembangan media informasi, blog, web yang begitu pesat saat ini, bisa jadi blogging merupakan kegiatan yang akan merenggut sebagian besar waktu pengguna teknologi internet. Meskipun saat ini data pengguna media sosial di Indonesia sepertinya mengalahkan pelaku blogging. Sehingga seringkali konflik-konflik yang mendunia berawal dari perseteruan yang di picu aktivitas di media sosial yang mungkin saja berkaitan pula dengan kegiatan blogging. 

Sebut saja salah satu contoh kasus yang masih hangat yang sempat mengguncang dunia maya dan juga dunia nyata adalah kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok. Jika merunut akar masalah ini tak lepas dari sebuah video yang di unggah di media sosial facebook. Video Ahok yang terekam sedang menafsirkan ayat Al Quran Surat Al Maidah ayat 51. Hingga menimbulkan demonstrasi besar-besaran oleh umat islam yang berlangsung sebagai aksi damai 212. 

Selain itu, akhir-akhir ini sedang marak kabar hoax alias berita bohong yang beredar di media sosial. Kemudahan akses media sosial membuat persebaran berita berjalan begitu cepat. Kebiasaan pengguna media sosial yang asal ngeshare tanpa menimbang kebenaran informasi terlebih dulu membuat boomingnya berita. Sampai-sampai pemerintah kebakaran jenggot hingga melakukan pemblokiran situs-situs web yang dianggap menyebarkan berita bohong dan berpotensi menimbulkan konflik. 

Lalu dimana peran seorang bloger? Masihkah beranggapan bahwa ngeblog hanya akan terus sebatas senang-senang, mengisi waktu luang, atau mengejar uang? 

Para bloger adalah penyumbang informasi yang dinikmati para pengguna internet, termasuk pengguna media sosial. Apa yang di tulis di blog akan di akses dan di baca oleh penghuni jagad maya. Informasi yang di baca akan tertanam dalam benak pembaca. Bahkan beberapa akan membangkitkan emosi dan memengaruhi pola pikir pembaca. Jika informasi tersebut negatif, kemungkinan besar akan menimbulkan dampak buruk. Begitu juga sebaliknya. 

Mari coba lakukan survey kecil-kecilan, niche blog jenis apa yang paling populer dan banyak di cari di internet. Adakah disana niche blog tentang bagaimana menjalankan syariat islam dengan benar? Adakah tema blog tentang bagaimana menggapai makrifat? Kalian akan melihat niche blog celebrity, teknologi, kesehatan, kecantikan, dll berada di peringkat teratas. 

Apakah hal ini menunjukkan bahwa blog bukan media yang tepat untuk berdakwah atau malah menunjukkan minimnya minat bloger yang berdakwah melalui blog? 

Kenyataan menunjukkan bahwa sebagian besar bloger lebih tertarik mengais uang dari blog ketimbang mendulang amal ibadah darinya. Buktinya di setiap forum bloger selalu di bahas tuntas tentang bagaimana menghasilkan uang dari blog. Jarang sekali yang membahas bagaimana cara berdakwah melalui blog. 

Di media sosial saya lihat juga tak jauh berbeda. Beberapa akun lebih banyak berkomentar mengenai sesuatu yang dianggap menyimpang dari syariat. Jarang yang kemudian menulis argumen, telaah-telaah atau kajian mendalam terkait masalah-masalah yang diperdebatkan. Bahkan beberapa komentar disana seringkali menimbulkan debat kusir dan menimbulkan konflik. 

Bukankah akan lebih indah jika permasalahan tersebut disajikan di blog. Di tulis dengan gaya bahasa yang menarik, menasehatkan kebaikan, menyajikan telaah dan kajian mendalam, sehingga tidak menimbulkan debat kusir di media sosial.

Kemana para bloger militan yang berdakwah karena kecintaan dan keaetiaannya pada Allah? Apakah kalian menyerah hanya karena berlipatnya jumlah bloger pemburu uang dari jumlah kalian di dunia maya? Tunjukkan bahwa kalian berada di jalan makrifat yang di ridhoi Allah swt. 

Hehe.... Saya paham yang ada di pikiran kalian. Kenapa bukan saya yang mengambil peran itu. Berdakwah melalui blog, dengan tulisan-tulisan menarik, menasehatkan kebaikan, menyajikan telaah dan kajian mendalam. Ya, karena keilmuan saya belum memadai untuk menjadi seorang pendakwah. Jadi, blog saya pun temanya bukan soal dakwah. 

Setidaknya saya berusaha selalu menyajikan kejujuran dan kebenaran dalam tulisan-tulisan blog saya. Sedikitpun tidak ada tulisan blog saya yang saya tulis untuk tujuan memecah belah dan menimbulkan konflik. 

Jalan makrifat bloger militan entah akan terlihat seperti apa. Selama niche blog masih di dominasi tema-tema komersial, maka jalan makrifat itu barangkali hanya ada di dalam hati umat muslim. Hati para bloger yang masih beristiqomah menggapai keyakinan tertinggi pada Sang Penciptanya. 

Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca tulisan saya. Semoga yang sedikit ini bisa menjadi nasehat bagi diri saya pribadi dan juga bagi orang lain. 

Salam Makrifat Bloger Kreatif.

7 comments:

  1. wihhh keren gan lanjutkan haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap, mas. Trims sudah mampir ke blog saya. Semoga makin sukses.

      Delete
  2. infonya sangat menarik terimakasih gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir di blog saya. Semoga mendapat manfaat dari blog saya.

      Delete
  3. Tulisan bikin merenung. Good job, Mas. Besok lagi bisa dikaitkan dengan value bloger. TOP!

    ReplyDelete
  4. Tulisan bikin merenung. Good job, Mas. Besok lagi bisa dikaitkan dengan value bloger. TOP!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas, selanjutnya saya akan coba praktekan ilmu yang kemaren jenengan ajarkan. Tentang OPENING, CLOSING, dan GELOMBANG EMOSI. Semoga sukses.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Saya harap tidak meninggalkan komentar yang memicu konflik dan mengandung URL aktif. Jabat erat.