[10DaysKF] Jangan Bangga Jika Dua Hal Ini Tidak Dimiliki Istrimu

[10DaysKF] Jangan Bangga Jika Dua Hal Ini Tidak Dimiliki Istrimu - Satu-satunya hal yang pernah saya banggakan dalam hidup (yang saya ingat) adalah istri saya. Ehem.... Serius ini. Soalnya hidup saya selama ini berjalan datar, flat, gak ada sensasinya. Nah, gara-gara istri saya ini hidup saya jadi fluktutif, naik turun, dan penuh sensasi. Dan ternyata apa yang saya banggakan itu pernah dianggap remeh oleh orang lain. Apesnya lagi hal ini harus saya bongkar disini. 

Dulu orang tua saya pernah punya harapan memiliki anak mantu seorang pegawai. Persepsi mereka mungkin kelihatan keren kalau punya mantu pegawai. Sebagaimana yang sering dibanggakan oleh orang-orang di kampung saya. Ya, semacam jaga gengsi gitu. 

Apa yang terjadi justru sebaliknya. Saya malah kecantol perempuan biasa, sederhana, anak seorang seniman yang notabene tidak memiliki pekerjaan tetap. Sontak gegerlah jagad perjodohan dan perjomblangan di kampung saya. 

Beberapa orang yang sudah menyiapkan anak perempuannya untuk diajukan ke orang tua saya akhirnya mengulum pilu. Kekecewaan di hati mereka membuncah ruah, anak perempuannya gagal menikah. Anak lelaki incarannya ternyata memilih cewek sederhana yang tidak pernah lulus kuliah. Ah, sudahlah. 

Jodoh kan di tangan Tuhan. Sekeras apapun kau mengejar, kalau Tuhan tidak berkehendak, ya bangkar. Gagal total. 

Bagaimana saya bisa tahu mereka meremehkan dia, sosok yang saya banggakan?
Ceritanya begini. Setiap tanggal 1 Suro, di rumah saya di Banyuwangi sana selalu ngadain selamatan. Semacam syukuran yang mengundang masyarakat sekitar untuk guyub rukun, ngumpul bareng di rumah saya. Yang datang bukan hanya orang-orang dari satu desa, melainkan dari beberapa desa. Termasuk teman-teman jamaah haji orang tua saya. 

Pernah suatu kali saya bawa calon istri saya ke rumah. Dengan ditemani adik kandungnya, kami meluncur ke Banyuwangi. Menuju rumah orang tua saya. Niatnya mau mengenalkannya dengan keluarga dan saudara saya di Banyuwangi. Waktu itu pas momennya hari H selamatan 1 Suro. 

Seperti umumnya, calon istri saya ini mencoba berbaur dengan orang-orang dan para khalayak ramai disana. Entah apa yang diobrolin, saya tidak begitu care. Sekilas saya lihat dari jauh sih dia enjoy. 

Setelah hari itu, dia cerita ke saya. "kemarin aku sempat denger ibu-ibu di dapur nyletuk, oh itu calon istrinya Seno? Bocahe biasa, gak kayak wong kutho."

Saya cuma mringis mendengar itu. "terus, ada crita apalagi?"

"Denger-denger juga ada ibu-ibu yang mau njodohin anaknya sama kamu. Aku sudah lihat anaknya kayak gimana. Ayu bocahe, koyone sih anake wong sugih juga."

"Haha..., sing sabar ya?" saya garuk-garuk kepala. "nyatane kan aku pilih kamu, bapak ya sudah setuju. Jadi, jangan diambil hati omongan orang-orang di dapur itu, ya?"

Hal gila apa yang bisa membuat saya bangga pada dia?
Hmmm.... Kasih tahu nggak ya? Haha.... Sebenarnya simpel saja, saya merasa dialah sosok yang bisa membuat saya merasa nyaman dan melengkapi hidup saya. Awalnya hanya sebatas yakin, tapi setelah menjalani rumah tangga dengan dia keyakinan itu menunjukkan kenyataan. Dia benar-benar sosok istri yang memang pantas untuk dibanggakan. 

Contoh, coba amati media sosial. Berapa banyak istri atau cewek yang sudah bersuami curhat di beranda medsosnya. Istri saya tidak pernah. 

Contoh lagi, beberapa teman seringkali saya dengar begitu mudahnya menceritakan permasalahan rumah tangga kepada orang lain. Misalnya terkait perubahan sikap suaminya atau hal lainnya. Istri saya tidak. 

Contoh lain lagi, banyak perempuan di luar sana yang masih begitu bebas bergaul dengan teman lelaki, yang katanya hanya sebatas teman saja. Istri saya tidak. Kalaupun ada keperluan ngumpul bareng dengan teman-temannya, maka istri saya selalu mengajak saya atau malah tidak ikutan. 

Ada satu prinsip yang selalu kami pegang dalam hal rumah tangga. Antara saya dan istri saya. Yaitu, "jangan sampai orang tahu masalah atau kesulitan yang terjadi di rumah tangga. Termasuk orang tua. Biarkan orang melihat hal yang baik-baik saja tentang rumah tangga kita."

Jadi misal saya dan istri saya ada masalah rumah tangga, ya cuma kami saja yang tahu. Keluarga kami dan orang lain tahunya ya kami baik-baik saja. 

Bayangin aja kalau istri kita adalah tipe ember, bocor lagi. Pasti hidup ini bakal rempong. Tak seindah kunang-kunang di belantara gelap malam yang jauh dari mantan. Ahay.... 

Hal gila lain yang membuat saya bangga adalah si dia nie paling paham bagaimana tugas seorang istri dalam merampungkan kerjaan rumah tangga. Dia ahlinya. Mulai dari urusan bersih-bersih sampai urusan menjaga anak, semua beres. Suami mana yang tak bahagia punya istri kayak gitu? Haha.... 

Apa istri saya cantik? Keluarganya kaya? Wanita karir? Lulusan kampus ternama? BUKAN!! 

"Karena bagi saya bukan kecantikan, kekayaan, lulusan mana, apa karirnya, yang pantas dibanggakan. Melainkan pribadi yang baik dan kemampuannya menjalankan tugas sebagai seorang istrilah yang bisa dibanggakan. Tanpa dua hal ini berumah tangga akan terasa bagai neraka."

Silakan jika kalian meremehkan dua hal ini, tapi bagi saya kabahagiaan yang sederhana itu lebih nikmat daripada kebahagiaan yang pura-pura.
Previous
Next Post »

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Saya harap tidak meninggalkan komentar yang memicu konflik dan mengandung URL aktif. Jabat erat. ConversionConversion EmoticonEmoticon