[10DaysKF] Belajar Memaknai Cinta Dari Film India

[10DaysKF] Belajar Memaknai Cinta Dari Film India - Kalau di tanya jenis film apa yang paling berkesan, mungkin saya akan menjawab film India. Bukan karena pemeran wanitanya yang seksi selalu pamer udel, tapi rasanya lucu aja. Apalagi setelah tahu sang Penulis buku best seller punya nama pena dari bahasa India. TERE LIYE!! 

Pertanyaannya, apa sih yang kalian dapatkan dari menonton film?
Sebagian besar kawan-kawan yang saya tanya, mereka menjawab hiburan. Ada juga yang jawab inspirasi untuk menulis. Yang menarik adalah ternyata banyak juga kawan-kawan saya yang ternyata begitu mengidolakan artis-artis film Korea. Dan sebagian besar kawan saya ini adalah cewek. Mereka mendapatkan pemandangan cowok bening khas Korea. 

Apa ini tandanya cewek Indo, termasuk emak-emak rempong mulai berkiblat ke cowok korea? Lalu bagaimana nasib cowok Indo yang hobinya nyari rumput tetangga dan angon wedus? 

Ah, untunglah istri saya tak suka nonton film Korea. Semoga saja bukan karena tidak ada tivi di rumah. Haha.... 

Ngomongin film, saya selalu kehabisan bahan untuk dibicarakan. Karena saya memang bukan penikmat film. Dulu, pada masa masih kuliah, masih ngekost memang suka nonton film. Rame-rame sama temen-temen di kost. Tapi sejak saya lulus kuliah, kebiasaan itu hilang. Tak banyak waktu yang saya buang untuk nonton film. Seringnya sih saya habiskan buat main game Football Manajer. Haha.... 

Saya lupa kapan terakhir kali nonton film. Film-film baru yang heboh di medsos pun saya belum sempat nonton. Sebenarnya pengin nonton, tapi apa daya kantong tak berdaya. Jadi jangan dirasani kalau 3 film yang saya sebut disini nantinya film-film jaman nggak enak. Yang penting kan sesuai temanya, "3 film yang paling berkesan." 

Pertama, film horor yang berjudul Shutter.
Sudah lama sekali film ini di produksi. Kalau tidak salah masa saya masih kuliah dulu. Itu pun saya nontonnya lewat komputer. Sewa VCD bajakan di rentalan, lalu putar. 

Ini film horor yang menurut saya paling horor. Alias ngena, benar-benar bikin takut. Ceritanya juga bagus. 

Kalau soal film horor, saya paling suka film Jepang atau Thailand. Kualitas audio, cerita, dan artisnya joss banget. Kalau di Indo biasanya cari orang kontet, bermuka paspasan atau jelek dari sononya sebagai pemeran hantu. Sedangkan di film Jepang saya lihat pemeran hantunya cantik-cantik tuh. Setelah didandani jadi setan kelihatan serem. Kalau di Indo beda, misal pemeran hantunya cantik setelah didandani tetap cantik. Tapi hantu Indo seremnya berlebihan, Bro. Lha pake buka-buka aurat. Ahay.... 

Kedua, film India 'Mohabbatein' versi Sahrukh Khan, bukan versi TV swasta.
"Dalam cinta tidak ada perjanjian." begitu kata Sahrukh Khan di film Mohabbatein. Yang sampai sekarang masih saya pakai sebagai prinsip dalam percintaan. Haha.... 

Setiap orang tentu bisa memaknai kalimat Sahrukh Khan itu dengan makna berbeda. Mungkin juga ada yang tidak sependapat dengan kalimat itu. Tapi bagi saya pribadi kalimat itu punya makna yang dalam. 

Iya, cinta itu bukan jual beli. Bukan sebuah hal yang harus diikat melalui sebuah perjanjian. Namun, cinta itu adalah urusan hati. Meskipun mulutmu berdarah-darah bilang cinta ke dia, tapi kalau hatimu ingkar, maka itu bukan cinta. Cinta itu bukan sebatas akad tapi juga menuju akhirat. 

Andai saja saya jarang mengucapkan cinta kepada istri, apakah itu artinya saya tidak cinta dia? 

Kedua, film Warkop DKI.
Dulu jaman saya masih kecil, ada trend menarik di kampung saya. Setiap kali ada hajatan tontonan favoritnya adalah video. Bukan wayangan, dangdutan, kethoprakan, tapi di tempat hajatan itu ada beberapa televisi yang tehubung dengan video player. 

Waktu itu mah masih jarang yang pake VCD atau DVD. Masih pake kaset pita. Atau pake piringan hitam yang besar itu.
Biasanya di putar setelah magrib. Dengan menontonkan film-film yang dibintangi Barry Prima, Suzanna, Adven Bangun, Dono Kasino Indro, dll. Dan berlangsung sampai pagi. Sekarang sudah tidak ada hajatan model begitu. Eranya bergeser ke organ tunggal, dangdutan, wayangan, campur sari, dll. 

Waktu itu film yang paling dinanti adalah film Warkop DKI yang selalu di tutup dengan tagline, "Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang." Setiap kali film mau di putar selalu riuh teriakan, "putarin film Dono, Mas!!"

Saya kurang tahu apakah tagline film Warkop DKI ini ada hubungannya dengan kebebasan di era orde baru. Ah, semoga saja tidak. 

Itulah 3 film yang paling berkesan buat saya. Walaupun kesannya biasa saja, tapi cukup membawa sejarah khusus dalam hidup saya. Terutama tentang bagaimana memaknai persoalan cinta. Haha.... 

Ada tips nie buat para jomblo. Kalau jalan sama calon gebetan janganlah nonton film horor atau yang romantis-romantis. Gak bakalan bikin dia makin cinta ke kamu. Cobalah ajak dia nonton film India, lalu katakan:

"Aku berharap kisah kita nanti seperti film India. Susah senang selalu ada nyanyian. Dan polisi selalu datang terlambat setelah filmnya mau tamat."

Sekian.
Previous
Next Post »

Terima kasih sudah berkunjung ke Blog saya. Saya harap tidak meninggalkan komentar yang memicu konflik dan mengandung URL aktif. Jabat erat. ConversionConversion EmoticonEmoticon